Drama PAW Wabup Gorontalo Masuk Episode Terakhir, Semoga!

oleh -

Foto: Pertemuan Ketua dan Sekretaris DPC PPP bersama Sekretaris dan pengurus DPC Partai Demokrat saat bahas pengisian PAW Wabup.(foto Thoger).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Episode drama pengisian pergantian antar waktu (PAW) Wakil Bupati (Wabup) kabupaten Gorontalo kemungkinan akan segera berakhir dalam waktu dekat, dengan ending cerita Wabup Gorontalo yang baru akan ada.

Paslanya kedua partai pengusung, PPP dan Demokrat mulai menemukan titik terang terkait proseolan ini. Kedua partai telah melakukan pertemuan disalah satu rumah makan area Limboto, kabupaten Gorontalo, Selasa 23/07/2019.

Usai pertemuan,  Sekretaris DPC PPP Jayusdi Rivai menegaskan, pertemuan tersebut berdasarkan inisiatif DPC PPP, sebagai tindak lanjut apa yang disampaikan oleh DPC Partai Demokrat saat pertemuan di rumah dinas bupati pekan kemarin.

“Kami menyampaikan dua hal kepada demokrat, yang pertama apa yang menjadi keinginan mereka untuk tetap bertahan di enam nama sesuai kesepakatan awal, prosesnya sudah kami tindaklanjuti
berdasarkan koordinasi dengan DPP PPP”,tegas Jayusdi.

“Insyaallah dalam waktu dekat ini DPP PPP akan menindaklanjuti itu. Sekaligus DPP PPP mengeluarkan surat, kita pun berkoordinasi hari ini, agar supaya  semuanya selesai”, sambung Jayusdi.

Jayusdi mengaku, untuk menguji proses ini DPC PPP sudah meminta kajian hukum dari dua pakar hukum. Dan hasil kajian ini yang akan bicarakan oleh kedua partai.

“Karena ada hal-hal yang harus disepakati. dalam waktu dekat kita akan sepaham atas nama yang diajukan. Tinggal dua nama yang akan diajukan. Satu nama dari PPP dan satu nama dari Demokrat jelas Jayusdi.

Sementara terkait munculnya nama Hamid Kuna, rekomendasi DPP PPP yang tak masuk dalam daftar 6 nama yang diusulkan dan mendapatkan penolakan dari partai Demokrat Jayusdi mengaku, jika persoalan tentang nama tersebut telah disampaikan ke DPP, termasuk keinginan dari DPC Demokrat untuk tidak lari dari 6 nama yang direkomendasikan sebelumnya.

“Insyaallah DPP akan menindaklanjutinya sekalian. Artinya jangan sampai DPP PPP akan mengeluarkan lagi nama yang berbeda, tak seperti yang diinginkan oleh DPC Demokrat. Sehingga dari pertemuan ini kita menyatukan pendapat terkait dengan 6 nama. Agar nantinya surat yang keluar, antara partai Demokrat dan PPP akan sama”,terang Jayusdi.

Ditempat yang sama Sekretaris DPC Partai Demokra Herman Walangadi mengatakan, rekomendasi dua nama oleh PPP merupakan kesalahan, karena DPC Partai Demokrat melihat mekanisme yang dilakukan DPC PPP keliru.

“Kesepakatan awal 6 nama, ternyata dari DPP PPP merekomendasikan satu nama yang tak masuk dalam 6 nama yang disepakati. Sehingganya kita demokrat meminta jangan lari dari 6 nama tersebut. Alhamdulilllah saat ini kita sudah diundang oleh PPP untuk menjelaskan yang keliru dan akan diperbaiki“,kata Herman.

“Namun hari inipun DPC PPP mengatakan bukti fisik dari DPP belum ada, sehingga kita berharap sesuai kesepakatan nantinya dari DPC PPP akan ada satu nama dan demokrat pun satu nama yang selanjutnya akan dbawah ke DPR untuk dilakukan pemilihan”,lanjut Herman.(Rollink).