Dua Nelayan Asal Bantaeng Ini Nyaris Tewas Setelah Terombang-ambing Selama 24 Jam Di Laut Flores

oleh -
Nelayan bantaeng
Foto : Tim

Lidik Bantaeng – 2 (dua) orang nelayan warga asal desa Panoang Kecamatan Pajukukang kab Bantaeng diketahui bernama Pattang Dg. Serre bersama anaknya Syahrul pergi untuk melaut menggunkan perahu fiber (perahu kecil) pada hari kamis 26/01/2017.

Nelayan bantaeng
Foto : Polres Bantaeng bersama Tim SAR Sat Sabhara bantaeng saat melakukan pencarian

Namun kondisi cuaca dan ombak yang ekstrim membuat kedua nelayan ini kehilangan perahunya di perairan laut Flores dan berusaha bertahan menunggu bantuan dengan berpegangan pada sebatang pipa yang sedang mengapung.

Menerima laporan ini pada hari jumat (27/1/2017) pukul 08.00 wita Polres Bantaeng bersama Tim SAR Sat Sabhara segera menuju Ke Pantai Marina untuk melakukan pencarian dengan Perahu karet.

kami berangkat 6 orang, 3 dari kepolisian dan 3 orang warga,Mereka selama kurang lebih 24 jam hanya berpegang pada sepotong pipa pelampung 6 inci paralon yang mengapung.” ujar Kanit Reskrim Polsek Pajukukang Bripka Muh. Yakib.

Tim SAR Sabhara Polres Bantaeng berhasil menyelematkan kedua nelayan asal kecamatan Pajukukang, Bantaeng yang nyaris tenggelam di Laut Flores yang terombang-ambing selama kurang lebih 24 jam.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari bibir pantai kami melihat korban melambai-lambaikan tangan, korban bersama anaknya hanya berpegan pada potongan pipa paralon 6 inci, sedangkan perahu mereka sudah hilang disapu ganasnya ombak,” kata Bripka Muh.Yakib

Seperti yang dilangsir dari indo tim news Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan, S.Ik menyempatkan diri untuk memantau pencarian korban, dan Kapolres mengapresiasi Tim SAR Polres Bantaeng yang tanpa kenal lelah tetap melakukan pencarian.