,

Duet KODAM VII Wirabuana dengan DPD I KNPI Sul Sel dalam Dialog Awal Tahun 2017

oleh

SuaraLidik.com – Sulsel, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Makassar mengelar Dialog Awal Tahun 2017 bertempat di Mr.Coffe Lantai 2 Jl. Topaz Raya Boulevard (Kamis,05/01/2017). Tema dari dialog tersebut adalah “Kedaulatan NKRI 2017” dengan menghadirkan narasumber : Kolonel Infantri Andi Suyuti (Staff Ahli Bidang Ekonomi Kodam VII Wirabuana), AR Soni (Wakil Ketua DPD I KNPI Sul-Sel), serta Bakrie Ridwan.

Suasana dialog terbilang sangat ramai, berkisar kurang lebih 100 orang yang duduk memikirkan arah bangsa kedepan. Ada beberapa poin penting yg ditegaskan oleh Kolonel Invfntri Andi Suyuti diantaranya waspada bahaya terorisme, narkoba, persaingan ekonomi yang tidak sehat,dan konflik lainnya. Peran pemuda dalam keutuhan NKRI sangat besar untuk menjaga kebhinekaan. Unsur-unsur dasar bela negara,cinta tanah air,yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara.

Sementara Wakil Ketua DPD I KNPI Sul Sel AR Soni (Kepengurusan Yasir Mahmud) memaparkan gagasan yang sangat visioner. Dengan ciri khas yang berapi-api, Soni menggambarkan bahaya komunisme gaya baru, “sebuah tanggungjawab bersama untuk melawannya. Mestinya kita melakukan hal yg bermamfaat sehingga bisa menjadi contoh bagi generasi muda”. Ar Soni, Jelasnya.

“KNPI sebagai rumah besar seluruh elemen organisasi pemuda, harus menyadari bahwa eksistensi dan kesinambungan perjalanan sebuah lembaga tidak akan ada artinya manakala saat dibutuhkan perannya justru tidak ada kepedulian”. Tambah AR Soni

Adapun Bakrie Ridwan mengatakan bahwa “KNPI mendatang dihadapkan pada tantangan bagaimana memberdayakan dirinya sekaligus menampilkan generasi muda yang dibutuhkan masyarakat. KNPI dituntut untuk tidak apriori terhadap elemen apapun maupun dinamika ragam potensi kepemudaan. KNPI juga harus mampu menyikapi secara objektif berbagai masalah sosial yg terjadi. Harapan besar pada KNPI untuk lebih kreatif, inovatif, akomodatif, serta mengabdikan segala potensi mengisi ruang-ruang strategis sebagai pemilik estapet kepemimpinan bangsa berkedaulatan NKRI seutuhnya. NKRI harga mati”, Tutup, Bakrie Ridwan.