Dugaan Pungli Di Pasar Pinrang, Lidik Pro Akan Limpahkan Ke Polres Pinrang

oleh

Parepare, Suaralidik.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lidik Pro yang diwakili oleh Ketua Lidik Pro Pinrang Rusdianto dan Ketua Investigasi Ismail Waru bersama media Suaralidik.com menyasar Pasar Sentral Pinrang yang didalam pengelolaannya diduga banyak Pungutan Liar (Pungli) yang beredar. 30/11/2018.

Ketua Lidik Pro Pinrang Rusdianto Saat Berdialog Dengan Pedagang Ikan Di Pasar Sentral Pinrang

Alhasil, dari pantauan tim investigasi Lidik Pro ditemukan banyak kejanggalan dalam pengelolaan retribusi Pasar. Ternyata besaran retribusi Pasar yang diberikan bervariasi, entah itu merupakan himbauan dari Disperindag ataukah atas inisiatif dari pengelola pasar itu sendiri.

Besaran retribusi yang diberikan oleh Disperindag Pinrang ada 3 yaitu Rp. 1500/hari, Rp. 2000/hari dan Rp. 2500/hari. Retribusi sebesar Rp. 1500/hari diperuntukkan bagi pedagang sayur, retribusi sebesar Rp. 2000/hari bagi pedagang ikan dan retribusi sebesar Rp. 2500/hari bagi pedagang yang memiliki kios di pasar. Sampel investigasi Lidik Pro merujuk pada 3 pedagang tersebut.

Namun kenyataannya dilapangan, Tim Investigasi Lidik Pro menemukan banyak hal yang janggal. Mulai dari penambahan pembayaran retribusi untuk air/listrik (Rp. 2000/hari) dan penambahan pembayaran retribusi untuk sampah (Rp. 2000/hari). Jadi besaran pokok yang dibebankan ke pedagang bertambah Rp. 4000/hari, hingga adanya penambahan slip retribusi yang seharusnya satu slip retribusi untuk satu pedagang, akhirnya menjadi dua slip retribusi untuk satu pedagang.

Ketua Lidik Pro Pinrang, Rusdianto mengatakan bahwa adanya penambahan tersebut merupakan suatu kekeliruan dan bisa dianggap sebagai Pungutan Liar atau Pungli. “Kasian pedagang jika diberikan penambahan begitu”, kata Rusdianto. “Ini namanya Pungutan Liar”, tegasnya.

Dikonfirmasi langsung ke Disperindag Pinrang, Kadis Disperindag Pinrang mengatakan bahwa itu adalah swadaya pedagang pasar dan pihaknya tidak tahu menahu akan hal penambahan retribusi namun Tim Investigasi Lidik Pro tidak percaya. Harusnya pihak Disperindag Pinrang mengetahui segala seluk beluk yang terjadi pada naungannya.

Selain itu, pihak Disperindag Pinrang tidak dapat menunjukkan regulasi mengenai besaran retribusi yang diberikan. Untuk itu, Tim Investigasi Lidik Pro akan mempertanyakan hal tersebut ke Polres Pinrang untuk dapat ditindak lanjuti. (ISWA/RIS)