banner 728x250

Duh! Baru Menjabat, Kades Pangalloang Pecat Imam Desa

  • Bagikan
Staf Desa
Staf desa Pangalloang Abd. Rauf Syam saat menutup pintu dan melarang warga masuk kedalam kantor desa Pangalloang, Jum'at (29/10) ||

Warga Pangalloang : Kades Harusnya Mengayomi Bukan Melahirkan Peta Konflik di Masyarakat

BULUKUMBA, SUARALIDIK.com – Tindakan sepihak Kepala Desa Pangalloang Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba, Abd.Syahid Syam yang diduga telah memecat Imam Desa A.Pagriadi kini menuai protes dan kekecewaan dari warga setempat.

banner 728x250

Buntut dari pemecatan Imam Desa membuat warga geram dan berbondong-bondong mendatangi kantor desa Pangalloang, Jum’at (29/10) untuk meminta klarifikasi serta dasar hukum pemberhentian ( pemecatan) Imam Desa yang dilakukan oleh Kades Abd.Syahid, pasalnya, warga menilai pemecatan A.Pagriadi sebagai Imam Desa cacat hukum karena tanpa melalui proses musyawrah maupun surat pemberhentian.

Staf Desa Arogan

Namun, dalam aksi mendatangi kantor desa Pangalloang, warga pun tersulut emosinya, Pasalnya, salah satu oknum staf desa, Abd.Rauf Syam menunjukkan sikap arogansi yang melarang warga untuk masuk kedalam area kantor desa bahkan Rauf Syam menutup pintu pagar, sembari memaki para warga serta insan pers yang turut hadir bersama dengan Kapolsek Rilau Ale IPTU Arief Rahman dan jajaran.

” Kamu tidak boleh masuk,kamu tidak saya undang kesini, media juga saya tidak undang kesini,” kata Abd. Rauf Syam dengan suara lantang. Beruntung, aparat Polsek Rilau Ale menenangkan warga.

imam desa
Imam Desa Pangalloang A.Pagriadi ( kaos biru/training merah) ||

Sementara itu, saat ditemui di kediamannya, A. Pagriadi tidak menerima pemberhentian dirinya sebagai Imam Desa karena dinilai tidak sesuai dengan prosedur dan melanggar amanat Undang – Undang Desa ( UUD) bab VIII pasal 9 ayat 1 tentang pemberhentian Imam Desa dan Imam Kelurahan.

” Saya sangat menyesalkan sikap pak desa yang memberhentikan saya tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, apa lagi pemberhentian saya tanpa di dasari musyawarah, dan sampai saat ini saya juga belum mengetahui apa landasan dan pelanggaran yang saya lakukan sehingga di pecat, ” ungkap A.Pagriadi dengan nada kesal kepada kontributor suaralidik.

Salah satu Tokoh Pemuda Pangalloang yang juga aktivis Lidik Pro Syamsir geram dengan keputusan sepihak oleh kades Pangalloang yang di nilai dapat menyulut konflik di tengah masyarakat, apalagi Pemdes terkesan menyembunyikan SK Imam Desa yang terbaru tahun 2020, dan melakukan pengangkatan tanpa adanya proses musyawarah yang melibatkan para Tokoh di Pangalloang.

” Pak desa harusnya mengayomi dan melayani masyarakatnya apa lagi ia baru saja di lantik,bukan malah melahirkan peta konflik di masyarakat, tindakan pak desa berpotensi menjadi muara ketidak harmonisan dan tidak terjaminnya ketentraman dan kenyamanan di masyarakat, saya sangat kecewa dengan aksi keliru yang di lakukan pak desa tanpa mempertimbangkan dampak yang di timbulkan dari kejadian ini, pak desa harusnya tidak hanya menyenangkan salah satu pihak dan menciderai pihak lain, pemerintah hadir dan berdiri di tengah masyarakat tanpa adanya tendensi apapun,”kata Syamsir.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *