Duhai Ayah

oleh
Duhai Ayah
Karisma Damayanti

Dulu aku masihlah kuncup yang enggan mekar. Tak mau menampung setiap jamah yang datang. Dan kau mencoba meraba akalku tuk mau menerima kenyataan. Aku bebal! Sebab liar pikirku ingin terus menderas pada derai air mata yang mengalir sebab luka lama. Aku bebal! Merasa bahwa tubuhku tak akan ringkih, dan usia yang pantas menyanding beribu alibi tentang kebenaran.


Itu dulu! Saat aku masih berkutat dengan hikayat tentang masa yang kejam. Aku tak lagi tahu, bagaimana harus mengulur huru hara di dada? Sedang aku malas berkubang dengan penyesalan. Aku tak peduli!
Dan kini, kan kudekap kau sedekat nadi. Kurengkuh lewat doa yang kuucap tiap sujud juga waktu sepertiga. Entahlah! Wejangan kali ini membuatku harus berderai hujan di pipi. Aku takut! Kan kembali kehilangan apa yang kumiliki.
Dengarlah duhai ayah, setiap liku harapku tersebut pula namamu setelah tiga kali napasku berhembus nama ibu. Kau kusanding dengan lembayung senja di langit yang membentangkan rindu

De Kiyara

Feb 2017

Lahir 31 Agustus 1995 dengan nama lengkap Kharisma Damayanti. Gadis asli Magetan yang tengah berjuang mewujudkan mimpi.