Duhhh … Bayi Meninggal Dunia Diduga Layanan di RS Andi Makkasau Buruk

oleh

Lidik Parepare – Menyedihkan, RSUD Tipe B Andi Makkasau Kota Parepare diduga lambat menangani pasien Ibu hamil hingga bayi yang dikandungnya meninggal dunia. RSUD Andi Makkasau yang sejak tahun 2009 bertipe B non pendidikan dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Sulawesi Selatan.

Dugaan layanan di RSUD Tipe B Andi Makkasau Kota parepare yang buruk, berakibat bayi dari ibu R meninggal dunia.  Keluarga bayi menduga, ada kesalahan operasional pelayanan sehingga mengakibatkan si ibu yang sudah merasakan kontraksi sejak Sabtu siang, dan air ketubannya telah pecah sejak Minggu pagi (12/2/2017) pukul 06.00, dan baru ditangani pada pukul 12.30 siang.

Keluarga pasien R, yang bayinya meninggal dunia menyesalkan lambatnya penanganan rumah sakit.

“Pelayanan di RS Andi Makkasau sangat buruk, SOP yang berlaku kami pertanyakan. Hak-hak pasien tidak diberikan secara penuh dan maksimal. Apalagi tidak ada penjelasan yang gamblang dari RS mengenai kejadian ini. Apakah ada kesalahan prosedur atau kelalaian oknum?,” kritik ipar korban, Arif, seperti dikutip dari pijarnews.com.

“Seharusnya saat ada indikasi yang membutuhkan penanganan medis segera, dr Nursia yang jadi dokter pilihan keluarga -namun sedang di Makassar saat pasien masuk RS- segera menunjuk dokter jaga,” ungkap Arif.

Pihak RS yang diwakili Wadir Pelayanan dr Reny mengakui keterlambatan pendelegasian kepada dokter jaga dari dokter pilihan keluarga.

“Sepertinya ada keterlambatan tapi kita akan lihat nanti jika terjadi kesalahan” sebutnya

Arif menegaskan upaya hukum sangat memungkinkan ditempuh setelah ada klarifikasi dari tim medis yang mengakui keterlambatan penunjukan dokter.

“Nanti kondisi pasien gawat dan muntah-muntah baru diputuskan dilakukan operasi. Saya menilai ada kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa kemanakan saya. Padahal keluarga sudah berulangkali menanyakan ke bidan dan perawat tidak adakah jalan lain setelah pasien kesakitan. Tapi selalu dibilang normal dan sudah pembukaan delapan,” urai Arif.

Sampai saat ini, pihak RSUD Tipe B Andi Makkasau belum memberikan press release terkait peristiwa yang menyebabkan bayi meninggal sementara pihak keluarga sepertinya akan mengambil langkah hukum mengenai peristiwa tersebut. (*)