Dukung Kejati Bongkar Kasus Jalan Gorr, Puluhan Aktivis Gorontalo Lakukan aksi Damai

oleh

Perwakilan Masa aksi saat diterima Kejati Gorontalo diruang pertemuan dikantor kejati kota Gorontalo,(foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Puluhan aktivis dan mahasaiwa yang tergabung dalam Perhimpunan Lembaga Anti Korupsi (Pelakor) Gorontalo melakukan aksi damai depan Kantor Kejaksaan Tinggi (kejati) Gorontalo Kamis 22/11/2018.

Dalam orasinya, massa meminta Kejati Gorontalo agar tetap konsisten menyelesaikan proses hukum jalan Gorontalo Outer Ring Road (Gorr) dan jangan pernah takut atas segala bentuk intervensi maupun intimidasi dari pihak manapun.

Selain itu massa pun meminta Kejaksaan untuk segera memproses hukum pembangunan stadion olah raga kampus III UNG tahun 2014. Serta mengutuk keras atas aksi-aksi yang ingin menghambat proses hukum dikejaksaan.

Massa diterima langsung oleh Kajati Firdaus Dawilmar bersama jajarannya. Dihadapan perwakilan massa aksi, kejati menjelaskan duduk persoalan perkara yang saat ini sementara ditangani, serta menyatakan bahwa Kejaksaan sampai detik ini tidak merasa ditekan ataupun tertekan.

“Kejaksaan masih tetap objektif selama ini. Bahwa apa yg diragukan oleh sebagian kelompok adalah dikarenakan ketidakpahaman mereka atas beberapa penanganan perkara yang telah berhasil diselesaikan oleh Kejaksaan,”ucap Firdaus kepada perwakilan mass akasi.

Lanjut Firdaus, Kejaksaan hingga saat ini masih fokus menyelesaikan perkara pembenasan lahan jalan Gorr, yang diperkiran perkaranya telah rampung 80%.

“Kejaksaan masih fokus untuk menyelesaikan kasus pembebasan lahan GORR, sesuai penjelasan kejaksaan kepada kami, rampungan perkaranya sudah menca 80%, tinggal 20% lagi, kejaksaan masih mendalami keterlibatan pihak-pihak mana saja yang akan bertanggung perkara hukum ini,”tutur Kajati.

Pihaknya menambahkan sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas atensi masyarakat atas kinerja Kejaksaan Tinggi selama ini.

“Jika ada hal-hala yang ingin didiskusikan maka kejaksaan siap untuk memfasilitasi. Kejaksaan pun berharap agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara-cara yang etis dan proporsional,”tutup Firdaus Dewilmar,(***TR/04).