Edan!!!! Selama Beraksi, 13 Bocah Di Sinjai Borong Mengaku Telah Disodomi Sang Dukun Cabul Bulukumba

oleh
ilustrasi

SINJAI,SUARALIDIK.com- Selama menjalankan aksinya mencabuli anak dibawah umur dengan cara di sodomi oleh Rahmat Hidayat Als Ustads Yayat Bin Alimuddin ( 21) warga asal Kelurahan Sapolohe Kecamatan Bonto Bahari Bulukumba yang berprofesi sebagai dukun sakti di Dusun Samaenre Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai, terhitung sekitar 13 ( tiga belas ) bocah berusia rata-rata 10-14 tahun bahkan ada yang trauma dan sakit setelah  menjadi korban ” Rudapaksa” alias disodomi oleh Rahmat Hidayat.

Berdasarkan data yang diperoleh oleh Redaksi SuaraLidik melalui salah seorang penyidik Polsek Sinjai Borong, Kamis (25/8/2016) malam, tercatat ada 13 orang anak dibawah umur yang memberikan Laporan pencabulan atas dirinya yang telah dilakukan oleh Ustadz Yayat.

Benar dinda, dari data yang kita peroleh berdasarkan Laporan Korban yang diantar oleh orang tuanya, Polsek Sinjai Borong mencatat ada 13 anak usia antara 10 hingga 14 tahun yang menjadi korban Pencabulan pelaku Rahmat Hidayat alias Yayat ” urai penyidik Polsek Sinjai Borong yang enggan namanya dimediakan tersebut.

Dari ke-13 anak tersebut, beberapa diantaranya di sodomi oleh pelaku Rahmat Hidayat berkali-kali bahkan ada yang diberi imbalan berupa handphone android.

Beberapa korban disodomi belasan kali oleh pelaku, bahkan ada korban yang diberi imbalan berupa hp android ” ujar Anggota Polsek Sinjai Borong tersebut.

Rahmat Hidayat als Ustads Yayat, dukun cabul di Sinjai Borong
Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur, Rahmat Hidayat als Ustads Yayat- Ist-ANDI AWAL/SUARALIDIK

Berikut daftar nama-nama Korban Pencabulan oleh pelaku Ustads Yayat lias Rahmat Hidayat sang dukun cabul asal Bulukumba :
1. Ardiansyah Bin Abba Pagau (14) pelajar, alamat Dusun Nangkae Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong.
2. Saeful Bin Sainuddin ( 13) pelajar, Warga Dusun Bontoe Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong
3. Aidil Bin Tamri (13) pelajar, Warga Dusun Bungae Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong
4. Andi Sudirman Bin Kahar (14) Pelajar, warga Dusun Bungae Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong
5. Edwin Prayoga Bin Sudirman (13) Pelajar, warga Dusun Bungae Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong
6. Hikmal Bin Kamaruddin ( 13 ) Pelajar warga Dusun Bungae Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong
7. Syahrul Bin Kawa ( 13) Pelajar, warga Dusun Sama Enre Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong
8. Saldi Bin Rustam ( 10 ) Pelajar SD, warga Dusun Bungae Desa Biji Nangka kecamatan Sinjai Borong
9. Rifki Bin Rusdi ( 11) pelajar SD, warga dusun Bungae desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong
10. Erwin Bin Syahrir (10) pelajar SD, warga Dusun Bungae Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong
11. Asrul Bin Enre ( 12) Pelajar, warga dusun Bungae Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong
12. A.Abdul Jalil Mapparumpa Bin A.Taju (13) Pelajar, Warga Bungae Desa Biji Nangka Kecamatan Sinjai Borong
13. Taufik Bin Sudi (14) Pelajar, Warga Dusun Bontoe Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong

Namun, Kita masih melakukan pengembangan, karena menurut informasi korban dari Rahmat Hidayat ini berjumlah diatas 20 orang, namu mereka enggan melapor dengan alasan malu. Untuk TKPnya, menurut beberapa korban berpindah-pindah bahkan ada didalam umah korban sendiri dan juga ada di WC tetangga korban, dari sekian pelapor, korban yang pelajar SD bahkan ada yang kini menjadi trauma dan sakit dibagian duburnya ” ujar Penyidik Polsek Sinjai Borong.

Kasus Asusila yang dilakukan oleh pelaku Rahmat Hidayat sendiri baru terungkap ada tanggal 19 Agustus 2016 lalu, setelah bujang MTSN Sinjai Borong, Rustam memergoki tersangka sedang melakukan pencabulan terhadap salah satu korban di kebun yang ada di belakang MTS tersebut. Kini Pelaku Rahmat Hidayat telah di amankan di Mapolres Sinjai.

Kasat Reskrim Polres Sinjai, Ajun Komisaris Polisi Sardan membenarkan kejadian tersebut. Menurut Sardan, berdasarkan hasil pengembangan korban bukan cuma Mapparumpa , melainkan ada 15 orang lainnya. AKP Sardan juga menyebutkan bahwa terduga dalam menjalankan aksinya yakni mengimingi Handphone (HP) Android kepada korban.

“Untuk melancarkan aksinya pelaku Rahmat Hidayat ini mengiming – imingi HP dan setelah itu korban lalu dibujuk untuk melakukan hal tak senonoh itu. Namun bila korban enggan melakukan, maka HP yang diberikan akan diambil kembali oleh pelaku, ada juga yang diimingi uang bahkan ada korban yang dijanji akan dijadikan murid dari pelaku” ujarnya Perwira Tiga Balok di pundak tersebut.

Editor : Andi Awal-SuaraLidik