Eksekusi Lahan Di Gorontalo Ricuh, 5 Warga Diamankan Petugas

oleh

Salah satu warga diamankan petugas saat menghalangi eksekusi,(foto Ko’).

Gorontalo, Suaralidik.com – Pelaksanan eksekusi lahan di Dusun Tatao, Kelurahan Bionga, Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo (kabgor) Provinsi Gorontalo, oleh pihak pengadilan Negri (PN) Limboto Rabu 05/12/2018 berakhir ricuh.

Kericuhan ini berawal saat pihak Pengadilan Negri Limboto mau mengesongkan lahan dengan cara merobohkan pohon kelapa yang ada dilahan tergugat Abdul Wahid Ilham menggunakan sensor.

Bebrapa kerabat tergugat yang tak terima mencoba menghalangi pelaksanaan eksekusi. Aparat kepolisian Polres Gorontalo yang sedang mengamankan jalannya eksekusi lahan mencoba menenangkan kerabat.

Upaya polisi untuk menghalau warga gagal, hingga aparat mengeluarkan beberapa tembakan peringatan, namun hal itu tidak dihiraukan para warga. Alhasil bentrok antara petugas dengan warga tak terhindarkan.

Akibatnya, lima orang warga diamankan petugas dan dibawah kepolres Gorontalo karena ditenggarai memprovokasi jalannya eksekusi.

Kabag Ops Polres Gorontalo AKP Dody Munandar SIK, saat di konfirmasi menjelaskan, sejumlah keluarga tergugat yang diringukus, baru sekedar diamankan dan tak dilakukan penahanan.

“Yang jelas mereka baru kita amankan dan masih akan dimintai keterangan terkait insiden ini. Nanti setelah itu kita lihat kondisinya, apakah langsung dibebaskan atau masih harus diamankan,”tutur Kabag Ops.

Meski mendapat perlwanan dari warga sekitar, pihak PN Limboto berhasil melanjutkan proses pengosongan lahan.

Sebelum dilakukan eksekusi , pihak PN Limboto membacakan surat putusan MA No: 3046 K / Pdt / 2016 yang diajukan penggugat keluarga Alex Yunus.(***Rollink).