Fenomena Mahasiswa,Cinta Dan Seks

oleh
Artikel : Mahasiswa,Cinta Dan Seks Oleh Arief Balla

Artikel – Sebuah tulisan yang dituangkan oleh netizen dalam akun facebook diberi judul Mahasiswa,Cinta dan Seks menulis fenomena kehidupan mahasiswa terkait antara cinta dan seks.Tulisan ini dibuat oleh Arief Balla  pada hari selasa 27 desember 2016 kemudian diteruskan oleh Akun FB Pipita Madani.

Artikel : Mahasiswa,Cinta Dan Seks Oleh Arief Balla

Mungkin mama saya pun masih tidak bisa menerima alasan saya atas pertanyaan kenapa saya tidak memilih kuliah di Makassar ? Sebenarnya bukan atas dasar “Fenomena Mahasiswa, Cinta dan Seks” ini sebagai pencegahan diri. Saya pribadi memang ingin memilih tempat belajar yang kondusif”

Sebenarnya fenomena ini menjadi hal yang umum terjadi di setiap kota metropolitan layaknya Makassar. Dari daerah, bukan berarti saya “kampungan” dan takut akan wacana-wacana seperti ini. Tidak, saya bahkan mengenal baik setiap sudut kota Makassar, perilaku dari orang-orangnya, kondisi “seks” para pelajarnya (karena sejak lahir sampai lulus SD saya tinggal di Makassar karena bapak saya memang asli Makassar).

Saya bahkan punya pola pergaulan yang macam-macam “Sekuler” nan “Liberal” yang justru membuat saya memproteksi diri. Nah, ketika para “perawan” jatuh cinta, maka berhati-hati jatuh cinta. Karena banyak yang terjerumus dalam lubang “Kalau cinta ko pale, kasih ka perawanmu”. Pun jika mau mendirikan “Free sex” metropolitan ala USA, kita masih sangat gagal. Karena prinsip tanggungjawab dan setia masih sekedar wacana (terbukti dengan banyaknya kasus aborsi). Penanaman doktrin moralitas juga sangat susah, karena pemuda-pemudi ini sangat bebal jika sudah bersentuhan dunia metropolitan. Ini pentingnya (mungkin) kesadaran mahasiswa untuk berintelektual, dan itu yang minim di kota Makassar.

Yang kerap kali saya jumpai adalah orang-orang desa yang ingin ke Makassar kuliah hanya karena kota besar, elit dan jarang sekali terdengar alasan orang-orang ke Makassar sekolah karena Makassar sebagai sentra pendidikan di Indonesia bagian timur.

Dulu ada teman saya dari daerah, tiba-tiba sudah mengandung saat hanya beberapa bulan menempuh pendidikan di Makassar. Namun ini bukan gejala yang khusus terjadi di Makassar saja tentunya, bahkan di setiap daerah atau pun desa malahan selalu berpotensi terjadi. Pemahaman akan “Malu” dan “Martabat” tidak lebih penting ketika dita’bulintak dengan cinta. Hati-hatiki anak muda ( Fbflas/bcht )