Festival Danau Limboto  dinilai tidak maksimal, Kadis Pariwisata, Biarlah Masyarakat yang Menilai

oleh
Photo : Iskandar Mangopa , Aleg dari partai golkar ini menilai dampak dari perhelatan FDL belum terasa dari berbagai sisi.

Gorontalo, Suaralidik.Com –  Perhelatan Festival Danau Limboto (FDL) yang diadakan setiap tahunnya oleh dinas pariwisata kabupeten gorontalo mendapat kritik dari anggota DPRD kabupaten Gorontalo  Iskandar Mangopa. Dia menilai pelaksanaan FDL belum mampu memberikan sumbangsih  yang  signifikan  untuk pendapatan daerah maupun masyarakat.

“Sudah beberapa tahun FDL ini sering dilaksanakan, DPRD menginginkan harus ada efeknya buat masyarakat, jangan sampai ditahun tahun kemarin kami menilai ini belum ada evek yang signifikan. Kita harus ambil contoh daerah lain yang mengandalkan PAD dibidang pariwisata,”tegas Iskandar

Pria vokal ini  mengingatkan pelaksanaan FDL ini jangan sampai hanya bisa menguras APBD sedangkan pendapatan kurang maksimal.

“Jangan sampai pengeluaran  banyak sedangkan pemasukannya kurang, sebab kita mengetahui bersama bahwa seluruh pembiayaan melalui PAD, jangan sampai kita kalah dengan swasta yang pajaknya dibayar kepemerintah daerah.”tegas aleg partai golkar

Ia juga meminta dengan anggaran APBD yang begitu besar dikucurkan untuk pentadio resort namun tidak menghasilkan apa apa untuk daerah ini.

“Saya sebagai banggar saya tau persis pengeluaran khusus untuk pentadio resort, jadi ivent FDL ini harus memberikan efek bagi masyarakat kabupaten gorontalo.”ungkap Iskandar Mangopa.

Ditempat terpisah kepala dinas pemuda dan olah raga dan pariwisata kabupaten gorontalo Haris Suprapto Tome berterima kasih atas penyemangat kerja yang diberikan oleh DPRD kepada dirinya.

“Kalau PAD mungkin ada benarnya, tapi saya sangat berterimah kasih sebab ini adalah sebuah dorongan bagi saya untuk bekerja lebih baik lagi.namun event pariwisata itu tidak bisa diukur dari PAD, tapi multiplier effect yang harus dilihat.”tegas kadis pariwisata.

Ia juga menegaskan bahwa event pariwisata merupakan brending daerah untuk memberikan sisi potif keberadaan dan kebanggaan suatu daerah.

“Event pariwisata bisa menggerakan ekonomi secara luas tidak hanya satu sisi saja, dan saya tidak bisa mengatakan hal tersebut memiliki dampak atau tidak hanya masyarakat yang bisa menilai.”tutur Haris Suprapto tome

Ia pun menambahkan untuk pelaksaan FDL tahun ini tidak hanya berpusat dipentadio namun dibagi dibeberapa titik.

“Fanback dipusatkan ditalulaa dan biluhu, sebahagian diarahkan kedulamayo yang rencana akan dihadiri 1.000 orang, para peserta pasti menginap ditempat tersebut, sehingganya disitu kita punya nilai ekonomisnya. Anggaran APBD untuk penyelenggaraan FDL sendiri 300 juta ditambah bonus 150 juta, bantuan kementrian sebesar 1,6 M, namun dana tersebut kementrian sendiri yang mengolanya bukan kami.tutup kepala disparpora kabupaten gorontalo.(***RDJ)