Foto Hot-nya Beredar, Warga Desa Bonto Matene Desak Bupati Copot Kepala Desa

oleh
[Resource FB]

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Baru-baru ini, publik di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan kembali dihebohkan dengan beredarnya di Sosial Media Facebook beberapa foto yang memperlihatkan seorang perempuan berpose panas. Belakangan diketahui, ternyata dalam foto tersebut diduga dilakukan kepala desa Bonto Matene, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba.

Hal itu semakin dikuatkan dengan datangnya puluhan warga desa Bonto Matene ke Kantor Bupati, Kamis (21/12/2017). Mereka mendesak Bupati Bulukumba agar memberhentikan oknum yang diduga sang Ibu Kepala Desa tersebut karena telah melanggar norma sebagai pemimpin, mempertontonkan hal yang tidak etis ke Publik.

Puluhan warga desa Bonto Matene yang mengaku mayoritas keluarga Kades itu diterima langsung Pelakasana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Andi Kurniady mewakili Bupati. Di ruang Pola Kantor Bupati.

Dihadapan Plt Kadis PMD, Risman salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan, dirinya merasa malu dengan beredarnya foto yang diduga kepala desa (kades) ditempat ia tinggal. Hal tersebut juga saat ini menjadi gejolak di masyarakat Bonto Matene, yang dikhawatirkan menimbulkan gesekan.

“Saya (Risman- red) tidak mau lagi dipimpin seorang kepala desa yang sikapnya seperti itu. Saya merasa malu sebagai warga Bonto Matene, Kami berharap Pak Bupati pecat saja itu ibu kades, tidak menunjukkan sikap pemimpin yang baik, apalagi bulan di Bulukumba saja, ini sudah diketahui se Indonesia,” tegas Risman.

Senada dengan Risman. Haris, tokoh agama di Desa Bonto Matene juga mendesak agar Kepala Desa tersebut dicopot. Itu seiring menanggapi keresahan masyarakat yang tidak ingin dipimpin lagi seorang kedes yang berakhlak buruk.

“Sebagai kepala desa, Ibu desa sudah mempertontonkan hal yang tidak etis sebagai pemimpin. Ini juga mencederai citra kampung kami (Bonto Matene). Dalam agama jelas diatur, selaku umat islam, apakah pantas seorang kepala desa melakukan hal seperti itu?,” ujarnya.

Sementara menanggapi aspirasi puluhan warga desa Bonto Matene, PLT Kepala Dinas PMD, Andi Kurniady menegaskan belum bisa memutuskan terkait sanksi yang akan dikenakan kepada kepala desa tersebut. Hanya saja menurut Kurniady, kades tersebut terancam dipecat jika terbukti.

“Secara agama memang, tidak ada yang menghendaki hal seperti itu, kembali ke person apakah dia punya moralitas, sebagaimana disampaikan bapak dan ibu. Karena kita negara hukum maka kita harus hormati proses yang ada kerena ini termasuk dalam pelanggaran UU ITE,” kata Andi Kurniady dihadapan warga.

Lanjut Kurniady, sesuai UU No 6 tahun 2016 tentang desa menjelaskan untuk sanksi bagi kepala desa yang melanggar akan dikembalikan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sambil menunggu proses penyelidikan Kepolisian yang sementara berjalan.

Hingga saat ini belum ada penjelasan mengenai foto tak senonoh yang beredar tersebut dari Kepala Desa Bonto Matene. Pihak kepolisian juga masih menelusuri kebenaran gambar tersebut apakah memang Ibu desa atau hanya rekayasa.

“Kami pemerintah kabupaten menunggu musyawarah dari BPD sesuai amanat UU. Diberhentikan atau tidak itu tergantung BPD, dengan catatan harus dibuktikan dulu. Saya sudah bicarakan ke Bupati dan Polres, katanya ibu desa sudah mengajukan keberatan ke Polres. Ia keberatan dengan sang penyebar foto. Jadi pihak kepolisian sementara fokus mencari pelaku penyebar,” jelas Kurniady.

Terakhir, Kurniady meminta kepada tokoh masyarakat agar menjadi pelopor dan meredam gejolak yang terjadi di desa Bonto Matene, sambil menunggu proses pembuktian agar sanksi bisa diberikan.