FPG Gelar Dialog Tokoh, Menuju “Karaeng Galesong” Gelar Pahlawan Nasional

oleh

Suaralidik.com_Takalar, Dalam rangka memperjuangkan Sejarah Karaeng Galesong, FPG (Forum Pemerhati Galesong), Gelar Dialog bersama tokoh pemangku adat yang telah dilaksanakan di Aula UPT, Dinas Pendidikan Kecamatan Galesong pada hari Rabu (14/3/2018).

Foto : Tampak Ketua FPG Husain Krg.Maro (duduk), dan Sekretaris FPG Jamaluddin Ago,S.Ag (berdiri) saat Handle dialog Tokoh.

Kegiatan ini telah dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Takalar Andi Makmur Sadda, Ilham Torada mewakili Anggota DPRD dari Dapil III Galesong, Prof Aminuddin Salle, Karaeng Emba Ri Gowa, KUA Galesong, Pihak Polsek Galesong, Koramil Galesong, Pemangku Adat, Stacholder, dan beberapa Tokoh Masyarakat Takalar.

Dialog ini berlangsung seru dan bersemangat bahkan saling memberi saran serta sanggahan sehingga mendapatkan sebuah titik terang dan tercapai sebuah solusi yang telah disepakati serta direkomendasikan Karaeng Galesong I Mannindori I Kare Tojeng Karaeng Galesong berhak mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional.

Dimana tema ini diangkat, “Semangat Juang I Mannindori i Kare Tojeng Karaeng Galesong Menuju Gelar Pahlawan Nasional” olehnya itu Andi Ilhamsyah Daeng Ngemba Karaeng Cambanga mewakili Sombaya Ri Gowa yang dan Ahmad Husain pemerhati sejarah Karaeng Galesong sebagai pemateri Dialog.

Ahmad Husain, yang membacakan makalahnya di depan peserta mengatakan spirit perjuangan perlu terus dirawat dan kaum muda jangan mau menyerah,  utamanya dalam usaha memperluas wawasan dan memperdalam keilmuan.

I Mannindori i Kare Tojeng selain sebagai Karaeng Galesong yang begitu sangat dimuliakan juga dikenal sebagai murid Sunan Giri di Malang, dan tertulis di tugu Karaeng Galesong, Artinya i Mannindori i Kare Tojeng adalah orang yang cerdas sekaligus paham agama, tutur Ahmad Husain.

Foto bersama setelah dialog berlangsung

Daeng Ngemba yang akrab disapa sebagai Karaeng Cambanga Sombaya Ri Gowa menyampaikan, serta tidak bisa dibantah bahwa perjuangan I Mannindori I Kare Tojeng yang tertuang dalam Sejarah, pada waktu itu I Mannindori telah merelakan keluarga, harta dan segalanya demi melakukan sebuah perlawanan terhadap Belanda.

Pada waktu itu I Mannindori I Kare Tojeng tidak menerima keputusan ayahnya, Sultan Hasanuddin sehingga dapat memutuskan seluruh hidupnya untuk melawan Belanda,”Tegas Karaeng Cambanga Ri Gowa.

Pengusulan I Mannidori I Kare Tojeng Karaeng Galesong sebagai Pahlawan Nasional semakin viral di kalangan Rakyat Takalar.

Ketua Tim Pengkaji Pengusulan Gelar Daerah (TP2GD) Prof.Aminuddin Salle, SH.MH dan Dinas Pariwisata Takalar sudah melakukan silaturahmi bersama pemangku adat Jogja dan Keraton Cirebon guna memberikan dukungan Karaeng Galesong agar bisa mendapat Gelar Pahlawan Nasional,”Ungkapnya

Foto Suasana Dialog Tokoh yang sedang berlangsung di Galesong.

Sebagai salah satu bahagian dari Kerajaan Gowa Karaeng Galesong tidak bisa dipisahkan dengan Kerajaan Gowa. Kemudian bahwa Perjuangan dari Karaeng Galesong I Mannindori terhadap Belanda adalah bahagian dari “Jihad”, terang A.Ilhamsyah Karaeng Cambangan Ri Gowa.

Salah satu pengurus FPG Kamba Siriwa bersama dengan Pengurus inti FPG Pusat menegaskan bahwa Republik Indonesia harus berterimah kasih kepada Karaeng Galesong karena berjuang bukan hanya ditanah kelahiran tapi sampai keluar daerahnya hingga ke Jawa sampai akhir hidupnya.

Ditambahkan pula bahwa bentuk penghargaan yang paling layak dari Republik ini adalah menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dan menyematkan “Bintang Maha Putra Utama”, terangnya lagi.

Sementara Ridwan Basri Daeng Nakku Gallarang Parang-Parang (Bate Salapanga ri Gowa) dan juga pengurus pusat Generasi Muda (Gema) Sultan Hasanuddin Nusantara”, selain mengapresiasi kegiatan Dialog Tokoh ini, juga dengan tegas menjelaskan bahwa siap mendukung penuh perjuangan FPG dalam memperjuangkan I Mannindori Kare Tojeng karena mengingat Karaeng Galesong sejak pasca perjanjian bungaya, masih tetap bersikukuh melanjutkan perjuangan melawan Belanda ke Tanah Jawa, dengan membantu perjuangan Pangeran Trunojoyo melawan Amangkurat 1 melawan yang bersekutu dengan Belanda, tegas Ridwan Basri.

Dalam hasil kesepakatan dialog ini semua pihak agar Pemerintah Takalar dengan FPG dapat memperjuangkan i Mannidori i Kare Tojeng Karaeng Galesong Harga Mati Untuk Menjadi Pahlawan Nasional.(Kemal)