Gaji Naik, APBD-P Selesai, Gedung DPRD Kosong! Kopel: Wakil Rakyat “Refreshing” ke Bali Dengan Rp360 Juta

oleh
DPRD Bulukumba kosong Selama 4 Hari Ke Depan.

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Komite Pemantau Legislatif (Kopel) kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan kembali menyoroti Bimtek yang kini dilakukan hampir seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba di Pulau Bali.

DPRD Bulukumba kosong Selama 4 Hari Ke Depan.

Ketua Kopel Bulukumba, Muh Jafar menyebut bimtek yang dilakukan 39 anggota legislator di Pulau Dewata Bali itu terkesan agenda refreshing yang dikemas dalam bentuk bimtek pendalaman tugas selama 4 hari.

Ketua Kopel Bulukumba, Muh Jafar.

Hal itu dikuatkan lantaran saat ini penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017 senilai Rp1,6 trilun, telah diketok palu pada Jumat malam (13/10/2017).

Disamping itu juga kenaikan pendapatan para dewan Bulukumba senilai Rp.35 Juta perbulannya menambah impersi masyarakat tentang wakil rakyat mereka yang tidak pro lagi.

“Pasca penetapan minggu lalu, 39 legislator Bulukumba dan 7 staf sekretariat ramai ke Bali mengikuti Bimtek pendalaman tugas pimpinan dan anggota DPRD yang diselenggerakan atas kerjasama setwan dan universitas Wharmadewa Denpasar Bali. Dengan keberangkatan semua legislator ini ke Bali, otomatis hari ini selasa sampai kamis gedung DPRD Bulukumba sepi. Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi harus menunda sampai wakilnya pulang,” kata Jafar kepada Suaralidik.com, Selasa (17/10/17).

Lanjut Jafar mengatakan, berul tidak ada larangan dalam aturan untuk pelaksanaan bimtek di luar daerah, namun perlu diketahui bersama bahwa asas pengelolaan keuangan daerah menganut asas efisiensi dan efstifitas. Hal itu juga di pertegas dengan surat edaran mendagri nomor 160/3559/SJ tentang pelakanaan bimtek bagi anggota DPRD.
Dalam edaran itu, dijelaskan bahwa bimtek dapat dilaksanakan oleh sekretariat DPRD di kota dimana DPRD Itu berdomisili.

Sehingga jika sekretariat DPRD mengadakan bimtek di Bulukumba, maka efisiensi anggaran hingga ratusan juta bisa dilakukan.

“39 anggota DPRD dan 7 staf yang berangkat ini menghabiskan anggaran sekitar Rp.360 juta lebih diluar biaya tiket. Kan luar biasa,” sebut Jafar.

Sementara dari pantuan di DPRD pada Selasa (17/10/17) pagi, suasana sepi tampak hampir diseluruh ruangan baik, komisi dan bagian Setwan kosong tak berpenghuni.

Terpisah, Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Bulukumba, Daud Kahal membenarkan perihal bimtek 39 dari 40 Legislator Bulukumba ditambah 7 staf ke Bali.

Daud mengatakan, perjalanan tersebut dalam rangka pendalaman tugas, kerjasama dengan Universitas Wharmadewa, Denpasar, Bali, yang memang sudah diatur dalam Permendagri.

“Yang saya tandatangani sppdx 39 anggota DPRD, dan 7 staf yg mendampingi,” katanya saat dikonfirmasi.

Selain itu Daud menambahkan, bimtek pendalaman tugas ini berlangsung selama 4 hari terhitung sejak Senin 16 sampai 19 Oktober 2017 mendatang. (Ar/ *)