GAM Kecam Oknum Polisi Militer Angkatan Laut, Walikota Makassar Harus Bertindak

oleh
Gerakan Aktivis Mahasiswa

Lidik Makassar – Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Mengecam sejumlah oknum anggota Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) Yang melakukan Tindakan Refresip terhadap Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel (Salim Mamma) di Warkop 75. Jalan Satando, Makassar Siang tadi (18/04/2017) Sekitar pukul 12.30 Wita.”

Gerakan Aktivis Mahasiswa

Komando Departemen HUKUM dan HAM GAM Rudi Arianto Mengatakan, Kejadian sepeleh mengakibatkan oknum terlatih militer melakukan tindakan Refresip adalah perbuatan yang melanggar uu terkhususnya pada kode etik dalam internal militer itu sendiri. Hanya karena persoalan Parkiran, Apalagi Salim mamma berniat untuk memindahkan mobilnya Karena pada dasarnya memang di larang untuk parkir di sembarangan tempat.”Dalam Rilisnya Kepada SuaraLidik.Com

Lanjut Rudi Arianto, Melalui informasi yang beredar di media Sosial tiba tiba Salim Mamma melihat oknum anggota POMAL akan mengempeskan ban mobilnya. Salim pun mengatakan kepada anggota POMAL agar jangan dikempeskan karena akan memindahkan mobil tersebut Namun anggota POMAL tidak terimah hingga Oknum POMAL melakukan serangan dengan mengeroyok Salim hingga mengalami luka memar dan lecet di bagian wajah serta baju Sobek. Bahkan sempat pingsan saat dikeroyok di pelataran warkop tersebut.” Ungkapnya.

Sementara Panglima GAM Denny Abiyoga yang akrab di sapa Goseld Mengatakan, Dalam insiden ini. Secara institusi Komandan polisi militer (POMAL) secara tegas harus bertanggung jawab terhadap oknum oknum anggotanya yang Refresip melakukan penganiayaan kepada Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel (Salim mamma) baik secara pidana berdasarkan uu maupun sanksi kode etik polisi militer, Jika perlu pecat agar menjadi pelajaran bagi oknum lainnya yang di anggap mencoreng nama baik institusi terlatih tersebut.”Ungkapnya.

Dia Meminta Pemerintah kota makassar dalam hal ini Wali kota makassar (Danny Pomanto) melalui perangkat pemerintahannya harus mengambil pelajaran dan menjadikan Acuan lebih agresif dalam merasia tempat tempat tidak tertib perizinan dan mendirikan bagunan yang tidak memiliki lahan parkir berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) tentang Tata ruang kota dan pengelolaan titik parkir di tepi jalan, Agar menciptakan suasana kondusif damai dan rama lingkungan serta tertib dalam berlalu lintas.”Tegas Panglima GAM Denny Abiyoga.