GAM ” Makan Dan Minum Pun Ikuti Sunnah Rasul Demi Pertahankan Budaya Dan Perkokoh Persaudaraan “

oleh
GAM makassar
Anggota GAM bersama panglima duduk dan makan bersama di markas besar GAM makassar,senin 12/12/2016

Lidik Makassar – Gerakan Organisasi Mahasiswa (GAM) yang bermarkas di Jln hartasning kota makassar berusaha mempertahankan budaya kumpul bersama,makan dan minum bersama dalam menghadapi Era Modernisasi Pengaruh Global sekarang ini.

GAM makassar
Anggota GAM bersama panglima duduk dan makan bersama di markas besar GAM makassar,senin 12/12/2016

Dari pantauan suaralidik.com Senin 12/12/2016 ,di markas besar GAM ternyata ada sesuatu yang berbeda dalam cara penyajian santap makanan oleh para anggota GAM.Sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam GAM makan secara terpisah menggunakan peralatan makan seperti piring dan sendok tetapi sekarang lain dari yang lain.

Sangat lain dan berbeda dengan sebelumnya,kini makanan disajikan di atas daun pisang kemudian anggota duduk bersama dan berkumpul dan menyantap makanan secara bersama-sama pula tanpa menggunakan peralatan sendok/piring/garpu.

markas besar GAM makassar
Kumpul bersama di markas besar GAM makassar,senin 12/12/2016

Saat ditanya tentang adab makan anggota GAM ini, Panglima GAM Adhi puto palaza menjelaskan bahwa adab makan dan minum seperti yang di-sunnah-kan oleh Rasulullah SAW dan bertujuan untuk memperkokoh persaudaraan mereka dalam satu organisasi di markas GAM.

“Ini melambangkan kesetaraan, sehingga tidak ada pembatas/pembeda antara hidangan yang dinikmati oleh Pimpinan Organisasi dengan hidangan yang dinikmati oleh para Sahabat/Jajarannya. Juga membiasakan diri untuk tidak egois dan bisa saling berbagi makanan terutama dengan yang terdekat Atau biasa di sebut Sama Rata,Terbuka dan tidak saling Menyembunyi Agar merperkokoh Persaudaraan Lebih Timbul”,” ujar Panglima GAM, Adhi puto palaza.

Uniknya acara makan bersama ini tidak dipisahkan mana Pimpinan Organisasi dan Mana Jajarannya, Sama-sama duduk dibawah. Dan Budaya ini bertujuan untuk mengakrabkan hubungan, menghilangkan sekat, membina komunikasi, meningkatkan solidaritas, jiwa korsa dan kebersamaan diantara Sesama Kader. Sesuai Dengan Ideologi Persahabatan yang mereka junjung tinggi “SAHABATKU NYAWAKU BUKAN BABUKU DARAHNYA TERTUMPAH HALAL DARAHKU HABIS UNTUKNYA”

Disaat makan bersama tersebut, terlihat suasana yang humanis, hangat, informal yang dinamis dan lebih erat diantara Mereka yang tinggal Terpisah Alias Sendiri Sendiri (Kos Kosan) di Tanah Rantau dalam menempuh Jenjang Pendidikan.