GAM Menuntut, Pelaku Pembunuhan Sugianto di Bantaeng Segera Ditangkap

oleh -
Demo GAM - Sugianto
Aktivis GAM unjuk rasa menuntut pelaku pembunuhan Sugianto segera ditangkap dan ditahan, Jumat (7/2)

Kota Makassar, suaralidik.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) berunjuk rasa menuntut pelaku pembunuhan Almarhum Sugianto segera ditangkap, Jumat (7/2)

Di depan Kejari Sulsel, Sekertaris panglima GAM yang diguyur hujan saat orasi meminta Kejati sulsel segera memberi petunjuk (P.19) kepada Penyidik polda Sulsel terkait kasus pembunuhan Sugianto di Bantaeng.

Merespon tuntutan pengunjuk rasa, Kasi. Penkum Kejati Sul-Sel, Idil menerima perawakilan GAM di ruangan Konprensi Perss Kejati Sul-sel.

“Kami akan tindaklanjuti aspirasi dari GAM dan akan melanjutkan ke Aspidum Kejati sul-sel selaku Jaksa penuntut umum (JPU) dan peneliti berkas Perkara” janji Idil.

Lanjut dikatakannya jika bisa datang kembali untuk melakukan pengecekan di Kejati Sulsel.

“Insya Allah, hari Senin mendatang, adik-adik dari GAM bisa datang lagi untuk mengetahui sudah sejauh mana tindak lanjut berkas perkara tersebut,” lanjutnya.

Setelah mendengar penjelasan dari pihak Kejati Sul-Sel, GAM mendatangi Markas Polda Sul-Sel Di Jln. Perintis Kemerdekaan.

Di depan Mapolda Sul-Sel, Aktivis GAM Aswan Selaku koordinator aksi meminta Kapolda Sul-sel Irjen. Pol. Mas Guntur Laupe untuk segera menangkap dan nenahan tersangka pembunuhan Sugianto.

Dalam orasinya Aswan menyebut nama-nama pelaku dari oknum kepolisian yang masih aktif dan satu dari masyarakat sipil.

“Ini kasus pembunuhan masa tersangka belum ditangkap dan ditahan sedangkan teman kami Pangbes GAM bernama Muh. Ilyas yang merusak pagar kantor Gubernur Sul-sel saat unjuk rasa penolakan kenaikan Iuran BPJS tahun 2019 lalu dengan begitu mudahnya polisi menangkap dan menahan, sedangkan pelaku pembunuhan Sugianto masih bebas berkeliaran,” desak Aswan.

GAM bahkan menilai ada ketidakadilan dalam penegakan supremasi hukum di Indonesia dan terkesan tebang pilih.

” Kami menilai pihak polda Sul-Sel tidak Profesional,” tegas Aswan.

Perwira piket SPKT Polda Sul-Sel AKP. Baharuddin yang menerima GAM mengatakan jika pihaknya baru saja mengetahui kejadian itu.

Aktivis GAM diterima Perwira piket SPKT Polda Sul-Sel AKP. Baharuddin

” Saya baru tahu kejadian di Bantaeng ini tapi Saya akan berkordinasi penyidik Dirkrimum Polda Sul-Sel untuk menyampaikan Tuntutan teman-teman mahasiswa’,” respon Baharuddin.

Kepada media, Aktivis GAM Yudha Jaya dalam keterangannya menyebutkan jika dalam kasus penganiayaan yang berujung kematian itu terdapat empat oknum polisi dari polres Bantaeng dan satu orang warga sipil (Banpol).

Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang ditujukan kepada Kejati Sul-sel tertanggal 14 Januari 2020, Penyidik Dirkrimum Polda Sul-Sel menerapkan pasal. 170 Ayat (2) Ke-3 dan Pasal. 351 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum pidana. (***RSD)

HUT Kabupaten Pinrang Ke-60