Gara-Gara Menebar Hoax, Warga Ichwan Dumoga Barat  Diciduk Polisi

oleh -51 views
Foto: Penebar Hoax yang diamankan Polres Gorontalo

GORONTALO, Suaralidik.com – Meski pihak kepolisian selalu memburu para penyabar Hoax di media Sosial, Namun hal tersebut tidak membuat kapok para penyebar hoax untuk tidak menyebarkan hal-hal yang tidak benar.

Seperti yang terjadi di Gorontalo salsa sorang pemuda berhasil dibekuk karena menebarkan Hoax yang akhir-akhir ini meresahkan warga Gorontalo, karena dengan Hoax tersebut masyarakat Gorontalo mejadi was-was dan seakan tidak mau keluar rumah.

Saat ditangkap pelaku ini mengaku hanya sebatas iseng dan cari sensasi, seorang pemuda berinisial JRD(23) warga Desa Ikhwan, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tetap diproses hukum oleh Polres Gorontalo Kota.

sebelumnya ia menyebarkan Hoax melalui acount media sosialnya terkait dengan adanya adanya peristiwa pembunuhan sadis, melalui acount pribadinya sekitar pukul 13.00 JRD membagikan sebuah video korban kecelakaan lalu lintas dan menyebut peristiwa itu terjadi di kompleks Terminal 1942 Andalas, Kota Gorontalo.

Bahkan, ia pun “Pelaku” pun sempat menyebut bahwa dirinya sebagai korban penganiayaan benda tajam akibat bentrok antar kelompok yang terjadi di Terminal 1942 tersebut. “setelah kami pengecekan di TKP (Tempat Kejadian Perkara), ternyata kejadian itu tidak benar,” kata AKP Handy Senonugroho Kasat Resrim Polres Gorontalo Kota, Selasa (15/1/2019).

Setelah JRD ditangkap, pemuda tanggung ini mengaku bahwa motif menyebarkan berita tersebut hanya sekedar iseng dan mencari sensasi di sosial media saja.

“Yang bersangkutan sudah kita amankan di Sat Reskrim Polres Gorontalo Kota untuk proses lebih lanjut,” jelas Handy.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono SIK mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar bijaksana dalam menggunakan media sosial.

“Kepada demikian, jangan mudah menyebarkan hoaks. Dalam pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, telah diatur bagi barang siapa menjadi penyebar hoaks atau berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat dapat dikenakan sanksi pidana maksimal 10 tahun,” tegas Wahyu.(***NDy)