banner 728x250

Garap Lahan Bukan HGU, Ratusan Warga Kecamatan Waru Demo PT Waru Kaltim Plantation

  • Bagikan
Demo
Warga kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara demo di kantor DPRD dengan tuntutan penyelesaian Tapal Batas PT Waru Kaltim Plantation

KALTIM, SUARALIDIK.com – Perusahaan PT. Waru Kaltim Plantation (PT. WKP) adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit dan industri CPO yang berlokasi di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara Propinsi Kalimantan Timur.

Dalam operasionalnya perusahaan ini terdiri dari 2 kebun dan 1 pabrik, kedua kebun tersebut adalah kebun rayon 1 dan kebun rayon 2.

banner 728x250

Pembukaan lahan perkebunan pertama dilakukan oleh PT. Moeis pada tahun 1982, dan pada tahun 1986 dilakukan join venture dengan PT. Astra Agro Lestari Tbk. dan PT. Astra Agro Niaga sehingga terbentuk PT. Moeis Kaltim.

PT. Waru Kaltim Plantation berdiri setelah dilakukan take over terhadap PT. Moeis Kaltim oleh PT. Astra Agro Lestari Tbk dan PT. Astra Agro Niaga pada tahun 1987, sehingga sejak tahun tersebut menajemen seluruhnya berada dibawah PT. Astra Agro Lestari Tbk.

Kegiatan penanaman kelapa sawit sudah dimulai sejak tahun 1989 dan telah panen pada tahun 1993 yang mana pada saat itu masih bekerjasama dalam pengolahan CPO dengan PT. VI Samuntai.

Pada tahun 1995 PT. WKP telah mempunyai pabrik pengolahan tersendiri pada tahun 1996 dibangun pabrik pengolahan kelapa sawit di atas lahan seluas 20 ha dan memiliki kapasitas olah 60 ton/jam.

Hasil produksi CPO berkisar ton/bln dan Kernel ton/bln tergantung proses olah dan TBS yang masuk ke Pabrik. Saat ini pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Waru Kaltim Plantation merupakan satusatunya pabrik pengolahan kelapa sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Seiring berjalannya waktu Hak guna usaha (HGU) PT Waru Kaltim Plantation (WKP) jadi sorotan pemerintah dan masyarakat.

Pasalnya, perusahaan perkebunan tersebut diduga menggarap lahan yang sudah bukan masuk HGU-nya. masyarakat pun berunjuk rasa dan beraudiensi dengan Asisten II Setkab PPU untuk meminta kejelasan terkait lahan tersebut.

Ratusan warga Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendatangi kantor DPRD PPU untuk menyuarakan permasalahan tapal batas lahan hak guna usaha (HGU) PT Waru Kaltim Plantation (WKP),  pada Senin (15/11/2021).

Warga setempat menginginkan ada kejelasan soal tapal batas lahan perkebunan kelapa sawit tersebut. Pasalnya, sejak perkebunan kelapa sawit berdiri tahun 1980-an yang dikelola PT Muis kemudian diambilalih PT WKP, permasalahan tapal batas tidak pernah terselesaikan.

Warga meminta penyelesaian tapal batas lahan, karena terindikasi ada lahan milik warga yang masuk dalam peta HGU PT WKP.

Warga meminta  kepada pemerintah daerah dan PT WKP segera menuntaskan tapal batas, agar tidak terjadi fitnah antara warga dengan perusahaan.

Kemudian pada Kamis 18  November 2021 ratusan warga kembali  melakukan unjuk rasa didepan kantor DPRD menuntut janji wakil rayat yang akan mengawal penentuan tapal batas, akan tetapi satu jam lebih yang berada di depan kantor DPRD tidak satupun anggota DPRD yang menemui warga, dengan aksi spontanitas warga beranjak ke kantor BPN PPU. Saat berada di kantor BPN perwakilan warga mengadakan dialog singkat bersama kepala BPN dan Staf Ahli.

BPN sepakat bersama waraga dan legeslatif  menuju ke tempat penentuan titik tapal batas. Sebelum beranjak ke tempat titik penentuan tapal batas BPN dan warga kembali mendatangi kantor DPRD untuk bersama sama ke lahan WKP.

Kembali lagi warga mulai memanas dikarenakan pihak DPRD selalu menggiring agar diadakan dialog, akan tetapi warga sudah tidak percaya lagi dengan diskusi yang tidak pernah menemukan kata sepakat.

Warga dan BPN sepakat berangkat ke tempat Penentuan titik tapal batas. Penentuan koordinat tapal batas di laksanakan tanpa ada kendala dan tepat jam 15.00 WITA warga membubarkan diri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *