GARIS Indonesia Mendesak Kejari Bulukumba Percepat Proses Penyelesaian Kasus Korupsi Di Kab Bulukumba

oleh
Gerakan Rakyat Intektual Sulawesi selatan
Gerakan Rakyat Intektual Sulawesi selatan (GARIS) yang melakukan aksi demo didepan kantor Kejari Bulukumba Jumat 23/12/2016 Sekitar pukul 14:30 WITA

Lidik Bulukumba – Kejari Kabupaten Bulukumba dinilai sangat lambang dalam menyelesaikan proses pengadilan terhadap oknum-oknum koruptor yang ada di kabupaten Bulukumba sejak tahun 2014 hingga.Hal ini mengundang reaksi beberapa pemuda Bulukumba yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Intektual Sulawesi selatan (GARIS).

Gerakan Rakyat Intektual Sulawesi selatan
Gerakan Rakyat Intektual Sulawesi selatan (GARIS) yang melakukan aksi demo didepan kantor Kejari Bulukumba Jumat 23/12/2016 Sekitar pukul 14:30 WITA

Gerakan Rakyat Intektual Sulawesi selatan (GARIS) yang melakukan aksi demo didepan kantor Kejari Bulukumba Jumat 23/12/2016 Sekitar pukul 14:30 WITA dalam orasinya mendesak dan menuntut kejari Bulukumba melaksanakan Inpres no 5 thn 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi serta memeriksa secara mendalam dan menahan serta mengadili tersangka yang sudah ditangani maupun berupa laporan yang mandek.

Muhammad basri selaku koordinor lapangan dalam aksi unjuk rasa itu dalam orasinya menyebutkan terdapat banyak kasus korupsi dan laporan yang masuk dan tertahan di Kejari Bulukumba tanpa ada usaha tindak lanjut yang jelas hingga terkesan sengaja mengulur waktu dan membuat kasus-kasus tersebut ikut tenggelam.

Kasus Korupsi sejak tahun 2006 Hingga tahun 2016 di kabupaten bulukumba masih banyak yang belum dituntaskan oleh Pihak Kejari Bulukumba tanpa adanya alasan yang jelas,ujar Eko taufik yang ditemui oleh media,Jumat 23/12/2016

“kasus korupsi tahun 2006 itu adalah kasus korupsi Dana ALKES ( Alat Kesehatan )senilai 200 M,diabaikan hingga sekarang ini dan menjadi tanda tanya besar,ada apa di Kejari Bulukumba ini,mengapa kasus-kasus korupsi banyak yang tenggelam begitu saja tanpa adanya penyelesaian” Ungkap Eko.

GARIS akan melakukan aksi unjuk rasa kembali apabila hal ini masih juga diabaikan oleh Kejari Bulukumba,Lanjutnya..

( Anto/bcht )