Gas Elpiji Langka, Lidik Pro Parepare Soroti Kinerja Aparat

oleh

Parepare, Suaralidik.com – Demo Ratusan warga di depan Kantor Dinas Perdagangan (Disdag) di Jl. Jendral Sudirman dan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang ada di Kota Parepare Jumat kemarin tidak memberikan efek jera terhadap kelangkaan gas elpiji yang terjadi di Parepare. Sabtu (28/7/2018).

Demo Warga Akibat Langkanya Gas Elpiji 3kg Di Parepare

Kini warga kembali ke jaman dulu yakni menggunakan kayu untuk memasak lantaran langkanya gas 3 kg yang sudah sangat meresahkan beberapa hari terakhir.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Lidik Pro Parepare, AR. Arsyad, SH yang ditemui dikantornya mengatakan bahwa aparat dan dinas terkait harus bertanggung jawab atas kelangkaan itu.

“Aparat dan dinas terkait harus lebih serius menyikapi hal ini. Tindak tegas oknum pangkalan dan pengecer yang bermain didalamnya. Jangan dibiarkan berlarut larut”, tandasnya.

“Jangan main main dengan kondisi ini, ini sudah kelewatan namanya. Tolong aparat dan dinas terkait selidiki karena disinyalir ada oknum yang menjual gas elpiji keluar daerah Parepare dengan harga yang jauh lebih mahal sehingga kebutuhan warga miskin diabaikan”, tegasnya.

“Gas elpiji 3kg diperuntukkan bagi masyarakat dalam kategori miskin. Jadi sangat tidak manusiawi jika diperuntukkan untuk pengusaha pengusaha hanya karena mereka mampu membeli dengan harga yang jauh lebih mahal” lanjutnya.

Kelangkaan Gas Elpiji Disinyalir Ada Pangkalan Yang Bermain Dengan Menjual Gas Elpiji Ke Pengusaha Pengusaha Dengan Harga Tinggi

Seperti diketahui bahwa kelangkaan gas elpiji di Parepare sudah berlangsung lama namun belum ada tindakan nyata dari aparat dan dinas terkait dalam menanganinya.

Jatah wilayah Parepare untuk Gas elpiji perhari sebanyak 5600 tabung yang dikelola oleh 2 Agen. Sekiranya ini di distribusikan dengan baik, maka kebutuhan warga akan gas elpiji bisa dipenuhi. (RIS/AD)