Gegara Sering Bikin Ulah, Warga Desak Bupati Gorontalo Copot Lurah Bolihuwangga

oleh -

Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo saat menerima warga kelurahan Bolihuwangga, Sabtu 11/05/2019,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Dinilai tak mampu memimpin, dan malah memprovokasi, memecah belah masyarakat, sejumlah warga keluruhan Bolihuwangga kecamatan Limboto mendatangi Bupati Gorontalo, Sabtu 11/05/2019.

“Hari ini kami mendatangi Bupati untuk melaporkan ulah Lurah yang sering memprovokasi warga hingga mulai terlihat terkotak-kotak ditingkat bawah,”terang Asni Menu selaku tokoh masyatakat Bolihungga usai bertemu Bupati Prof Nelson Pomalingo.

Warga yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan tokoh agama ini meminta Bupati mencopot Lurah Bolihuwangga Noldi Penturi S.IP dari jabantannya, karena sering berkelakuan buruk terhadap bawahannya maupun kepada masyarakat.

“Beliau sering mengintervensi setiap bantuan yang masuk ke Kelurahan. Salah satu contoh kegiatan Badan Kesuwadayaan Masyarakat (BKM), yang anggarannya mencapai 2 M. Beliau seolah-olah menghalangi Kami dan tim dari pusat untuk melakukan uji petik dikelurahan Bolihuwangga,” ungkap Asni.

“Saat dimintai tanda tangan oleh fasilitator Kecamatan beliau menolak dengan alasan tidak mengetahui kegiatannya, ini kan lucu, padahal jauh-jauh hari telah kami sampaikan kepada beliau tapi beliau tak menresponnya,” sambung Asni.

Asni mengaku, selama program yang masuk ke kelurahan hanya sekretaris kelurahan (Seklu) yang selalu mendapingi tim maupun masyarakat yang akan menerima program pemerintah tersebut.

“Beliau hanya mempertanyakan jika pencairan dana apakah membutuhkan tanda tangannya atau tidak untuk berita acara, padahal beliau sendiri mengetahui dana itu dicairkan langsung ke anggota BKM yang telah dipercayakan oleh masyarakt.”kata Asni.

“Untuk pelayanan kepada masyarakat, beliau tidak memberikan wewenang kepada Seklu untuk menandatangani setiap surat yang dibutuhkan oleh masyarakat, sementara beliau sering tak berada dikantor.”lanjut Asni.

Asni menambahkan, bila permintaan mereka tidak segera ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah, maka masyarakat akan menghentikan aktifitas kelurahan dengan cara menyegel pintu kantor kelurahan.

“Sudah cukup apa yang beliau lakukan kepada kami, sehingganya bila permintaan ini tidak segera ditindak lanjuti oleh Bupati maka kami masyarakat akan menyegel kantor lurah. Siapan pun penggantinya kami siap terima selagi dia mampu merangkul masyarakat,”tegas Asni Menu.

Sementara Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo merasa senang dengan sikap masyarakat yang mau melaporkan ulah bawahannya yang dinilai sering melakukan tindakan yang tak sesuai apalagi mempersulit masyarakat.

“Saya senang bila masyarakat sering melapor bila itu berdasarkan fakta dan data, dan pengawasan masyarakat itu penting. Untuk menghindari ini memjadi fitnah maka saya meminta masyarakat untuk melaporkannya secara tertulis agar ada pertanggung jawabannya.”kata Bupati.

“Saya minta hari senin laporan tertulis sudah masuk dan akan segera saya perintahkan inspektorat untuk melakukan evaluasi. Jika evaluasinya tidak baik maka kita akan tindaki, apalagi dia adalah PNS cepat sekali kita lakukan tindakan,”sambung Prof Nelson.(***Rollink).