Gelar Aksi Di Kejari Limboto, AMMPD Pertanyakan Dugaan Kasus Korupsi Dana Aspirasi

oleh -

Foto : Masa aksi saat menggelar orasi dan diterima pihak Kejaksaan depan pintu masuk Kejari Limboto, Selasa 14/05/2019,(foto Thoger).

Gorontalo, Suaralidik.com – Pulahan masa aksi mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Daerah (AMMPD) mendatangi lembaga Kejaksaan Negeri (Kejari) Limboto kabupaten Gorontalo, Selasa 14/05/2019.

Dalam orasinya AMMPD mempertanyakan penanganan dugaan kasus korupsi dana aspirasi tahun anggaran 2017-2018 yang sementara dilidik oleh pihak Kejari limboto.

Salah satu pentolan AMMPD Taufik Buhungo mengkritik keras kinerja Kejaksaan limboto yang terkesan berlarut-larut menangani dugaan perkara tersebut.

“Kurang lebih 8 bulan lamanya perkara ini mengendap di Kejaksaan Limboto. Saksi dan pihak terkait sudah diperiksa serta berbagai dokumen sudah disita, namun hingga saat ini kejelasan kasus tersebut belum diketahui oleh masyarakat,”tegas Taufik.

Menurut Taufik, dalam aturan sudah sangat jelas ketentuanya, ukuran batas waktu penanganan dugaan perkara korupsi oleh pihak Kejaksaan sebagaimana Peraturan Jaksa Agung Nomor: PERJA-039/A/JA/10/2010 Tentang Tata Kelola Administrasi Dan Teknis Penanganan Perkaran Tindak Pidana Khusus. Dan diperkuat dengan Surat Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung RI Nomor: B-599/F.2/FD, 01/03/2011 perihal jangka waktu penyelidikan dan penyidikan.

“Dalam ketentuan itu disebutkan batas waktu penyelidikan selama 14 hari tambah 14 hari dan ditambah 20 hari. Setelah batas waktu tersebut pimpinan Kejaksaan dan Penyidik sudah harus memutuskan status perkara tersebut.” terang Taufik.

“Nah sampai detik ini penyelidikan dugaan perkara korupsi aspirasi yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD sudah masuk 8 bulan lamanya dan belum terlihat progres apa-apa. Ini kan sudah menyalahi prosedur.”tambah taufik.

Massa aksi berharap pihak Kejaksaan tetap konsisten dengan tugasnya, jangan sampai terintervensi oleh kepentingan atau kekuatan dari manapun.

“Sampai saat ini publik masih percaya dengan Integritas Kejaksaan dan kami terus mengawasi serta akan datang lagi melakukan aksi yang jauh lebih besar.”kata Taufik.

Dilain pihak, Kejaksaan Negeri limboto yang diwakili oleh Kasie Datun Adam SH, mengakui adanya kemoloran penanganan perkara tersebut.

Karena terganggu dengan adanya tahapan Pemilu. Adam pun berjanji kepada pihak massa aksi paling cepat sebelum lebaran dan paling lambat setelah lebaran, status penanganan dugaan kasus aspirasi oleh oknum anggota DPRD akan dinaikkan ke tahapan penyidikan.

“Kami tetap komsisten dalam menangani perkara korupsi, buktinya kami telah menahan dan menaikan salah satu dugaan korupsi ketingkat penuntutan dipengadilan,”kata Kasi Datun.

“Hanya memang ada yang lebih urgen dari pada kasus ini, yaitu pesta demokrasi sehingga kami mendahului pesta rakyat tersebut untuk menghindari gesekan atau hal yang tak diinginkan. Setelah pesta demokrasi 22 Mei, tim kami akan bekerja kembali mengusut kasus ini,”lanjut Kasi Datun.

Kejaksaan meminta masyarakat untuk tetap bersabar, mengingat kasus dana aspirasi ini membutuhkan waktu.

“Seluruh aspirasi teman-teman akan kami sampaikan kepada pimpinan. Sekali lagi perlu kami ingatkan kembali terkait kasus korupsi kami tetap komsisten,”jelas Adam SH.(***Rollink).