Gelar Operasi Rutin, Satlantas Polres Gorontalo Amankan 1.760 Botol Miras

oleh

KBO IPDA Sabrin dan Anggota Satlanatas Polres Gorontalo saat menggagalkan penyeludupan miras dikecamatan Tibawa Kabgor,kamis 15/11/2018,(foto Satlantas Polres Gorontalo).

Gorontalo, Suaralidik.com – Satuan Lalu Lintas (satlantas) Polres Gorontalo berhasil menggagalkan 1.760 botol minuman keras (miras) merek cap tikus milik Fanda (34) warga Powaluta kecamatan Amurang kabupaten Minahasa Selatan (misel) Sulawesi Utara (sulut). Rencananya barang tersebut akan diseludupkan ke Kota Balik Papan Kalimantan Timur.

Penangkapan sendiri terjadi pada pukul 09.30 wita saat satlantas polres Gorontalo yang dipimpin Kepala Bagian Operasi (KBO) IPDA Sabrin melakukan oprasi rutin tertib lalu lintas di Desa Iloponu Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo, Kamis 15/11/2018.

Mobil open cup dengan nomor polisi DB 8082 EB yang kendarai Fiki (32) warga Powaluta kecamatan Amurang kabupaten Minsel Provinsi Sulut ini melintasi jalan trans Sulawesi Desa Iloponu menuju Sulteng, petugas menghentikan mobil tersebut untuk diperiksa kelengkapan surat kendaraan, saat diperiksa petugas mencium bau menyengat dari arah belakang mobil, merasa curiga petugas langsung melakukan pemeriksaan dan menemukan 22 karung miras, yang dikemas dalam dos maupun tas koper layaknya bantuan.

Kasat Lantas Polres Gorontalo AKP Omizon Eka Putra SH, S,ik kepada awak media mengatakan, untuk mengelabui petugas pelaku mengaku membawa bantuan bagi para korban bencana Palu Sulteng.

“Saat diperiksa oleh anggota kami dilapangan, pelaku mengaku membawa bantuan bagi korban bencana Sulteng, namun setelah digeledah ternyata yang dibawah bukan bantuan tetapi Miras jenis Captikus. Kami telah menyerahkan pelaku dan barang buktinya kepihak sat narkoba untuk ditindak lanjuti,”tutur Kasat Lantas.

Ditempat yang terpisah Kasat Narkotika dan Obat Terlarang AKP Leonardo Widharta S.ik mengatakan, rencananya barang tersebut akan dibawa oleh pelaku (Fanda) ke Kalimantan timur melalui jalan darat menuju palu dan akan diteruskan melalui jalur laut ke kaltim, namun pelaku belum mengetahui siapa yang akan menerima barang tersebut di Kaltim nanti.

“Rencananya barang tersebut akan dibawah ke Kaltim tapi melalui jalan darat menuju Palu dan kemudian disebrang ke Kaltim dengan menggunakan kapal feri dari pelabuhan kota Palu. Pelaku mengaku sudah kedua kalinya melakukan hal ini, namun awalnya hanya ikut dengan temanya, karena tergiur dengan keuntungan besar pelaku nekat membawa barang haram tersebut sendiri.”ungkap Kasat Narkoba.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan proses pemeriksaan kepada pelaku, serta menunggu perintah dari Kapolres tindakan apa yang akan dilakukan kedepan kepada pelaku aupun barang buktinya.

“Tindakan selanjutnya kami masih melakukan proses, apakah tindakan pemusnahan atau mau kita tingkatkan ketingkat lebih tinggi, kami masih menggu tindakan dari bapak Kapolres. untuk pelaku sendiri kami belum bisa melakukan penahanan atau tidak mengingat kami baru menerima sehingganya masih perlu introgasi dulu. Pelaku sendiri lanjut dikenakan dengan pasal UU perdagangan namun bila hanya pemusnahan tidak bisa dikenakan pasal.””tutup AKP Leonardo,(***Rollink).