Gempita dan HPMKS Demo Tolak Pengadaan Randis DPRD Selayar di Fly Over Makassar

oleh
Suharlim, Presiden GEMPITA saat melakukan orasi di Fly Over Makassar, kamis (15/9) terait penolakan pengadaan 10 unit Randis DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar- SUARALIDIK.com

MAKASSAR,SUARALIDIK.com – Aktivis Gempita bersama HPMKS ( Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kepulauan Selayar ) melakukan aksi demonstrasi menyoal perihal pengadaan 10 ( Sepuluh ) unit Mobil Dinas anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar, di Fly Over Makasar, Kamis (15/9/2016) siang.

Bahkan dalam spanduk yang dibentangkan oleh demonstran dari Gempita dan HPMKS ini terlihat jelas tulisan yang mengecam anggota DPRD dan mengatakan Anggota DPRD Kabupaten Selayar Rakus.

Suharlim, Presiden Gempita dalam orasinya mengatakan anggota DPRD Selayar sudah tidak memperlihatkan bukti ketidak berpihakan mereka sebagai Wakil Rakyat terhadap kepentingan umum. ” Gempita bersama HPMKS mengatakan mereka ( anggota dewan ) lebih mengutamakan kepentingan pribadinya dari pada kepentingan rakyat yang telah memilih mereka , apalagi pengadaan 10 Mobil Dinas ini tidak memakan anggaran yang sedikit ” ujar Suharlim.

Suharlim, Presiden GEMPITA saat melakukan orasi di Fly Over Makassar, kamis (15/9) terait penolakan pengadaan 10 unit Randis DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar- SUARALIDIK.com
Suharlim, Presiden GEMPITA saat melakukan orasi di Fly Over Makassar, kamis (15/9) terait penolakan pengadaan 10 unit Randis DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar- SUARALIDIK.com

Mahasiswa juga melihat kondisi sosial masyarakat Kepulauan Selayar masih sangat miris dengan masih banyaknya keluhan masyarakat yang tidak berhenti terkait persoalan kelistrikan yang saban hari bahkan saban jam padam dalam setiap harinya.

Hal ini tentunya sangat berimplikasi pada kondisi perekonomian rakyat Kepulauan Selayar seperti pertukangan dan usaha kecil menengah lainnya. Ditambah kasus penyitaan lahan sekolah oleh pemilik lahan sehingga sekolah mesti ditutup dan dampakya merugikan peserta didik, seharusnya sebagai wakil rakyat itu yang harus dipikirkan terlebih dahulu agar keberlangsungan proses belajar mengajar di Selayar tidak terbengkalai sehingga mutu pendidikan anak bangsa di Selayar meningkat “ tandas Suharlim.

Gempita juga menyoal masalah di bidang kesehatan yang fasilitasnya kurang memadai dan adanya keterbatasan obat yang kerap terjadi, sehingga banyak pasien dan keluarga pasien yang mengeluh. Itu yang semestinya di perjuangkan oleh para anggota DPRD dan butuh keseriusan sebagai wakil rakyat.

Apapun dalil dari anggota dewan, kami menilai itu sangat menguras APBD kabupaten Kepulauan Selayar dimana seharusnya anggaran tersebut bisa diperuntukkan ke hal-hal yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Apalagi mobil dinas yang lama masih layak dikendarai dan digunakan sebagai kendaraan operasional “

Gempita bersama HPMKS membuat pernyataan sikap yang intinya menolak keras pengadaan 10 unit mobil dinas DPRD karena sangat tidak berpihak kepada rakyat dan sekaligus meminta kepada Kejati Sulselbar untuk menyikapi secara serius persoalan tesebut, karena baik Gempita aupun HPMKS mencium bau-bau kurang sedap ( Korupsi ) dalam pengadaan mobil dinas tersebut.

REPORTER ; imran hasan

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com