Gerakan Literasi Menggeliat di Bulukumba

oleh

Lidik today. Gerakan Literasi di Indonesia semakin menggeliat dan massif. ini dapat dilihat dari berbagai pemberitaan media di Indonesia. bahkan, beberapa televisi secara khusus berkali-kali menayangkan liputan literasi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Gerakan literasi yang paling banyak menggeliat adalah Pustaka Bergerak yang dimotori oleh Nirwan Ahmad Arsuka, Budayawan Indonesia dan Maman Suherman, notulen Indonesia Lawak Klub yang menginspirasi lahirnya Perahu Pustaka dan Kuda Pustaka, Noken Pustaka yang berjejaring dengan banyak Rumah Pustaka di Indonesia.

kegelisahan Nirwan lahir atas hasil penelitian Unesco yang mengatakan bahwa dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang membaca buku.

Atas kegelisahan itu pula yang mendorong Andhika Mappasomba bersama sahabat Sekolah Sastranya mendorong terbentuknya Rumah Baca Pinisi Nusantara di Taman Cekkeng Nursery di Kota Bulukumba.

Selain itu, bersama Relawan Nunukan, Sekolah Sastra dan Demokrasi Nunukan serta Ruimba Raya Institute mendorong terbentuknya Rumah Baca Mansapa Nunukan, Pustaka Kandayan Tulin Onsoi, Rumah Baca Rimba Tapal Batas, dan Rumah Baca Sebatik Indonesia yang berjejaring dengan Rumah BAca Ilalang Tapal Batas.

Dalam masa yang tak lama, Andhika mengamini pendapat jamak orangĀ  bahwa jika rumah baca atau gerakan literasi semakin menjamur di Indonesia, maka kita bisa mengatakan bahwa dari 1000 orang Indonesia hanya 1 yang tidak baca buku.

Rumah Baca Pinisi Nusantara 1986 bukanlah satu-satunya di Bulukumba. namun ada beberapa kelompok rumah baca lain seperti Kucang Pustaka dan Simpul Merah yang ada di desa-desa se Bulukumba.

“Gerakan Literasi memang sedang menggeliat di Bulukumba”, tutup Andhika

(interview bersama Andhika MAppasomba)

Foto Rumah Baca Ilalang Tapal Batas dan Rumah Baca Sebatik Indonesia Nunukan Kaltara
Foto Rumah Baca Ilalang Tapal Batas dan Rumah Baca Sebatik Indonesia Nunukan Kaltara