Giliran Warga Bulukumba Kesal Data dan KTPnya Dicaplok Dukung IYL-Cakka

oleh

PPS Sebut 365 Orang Pemilik KTP Se-Kelurahan Tanah Kongkong Tak Pernah Beri Dukungan ke IYL-Cakka

Ist

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Seorang warga di kabupaten Bulukumba, Helmi Iskandar merasa kesal lantaran data dan KTPnya dicaplok untuk mendukung salah satu pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2018 mendatang, Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Hal itu terungkap saat PPS/KPU menyambangi kediamannya di Jl. Abdul Aziz, Kelurahan Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba untuk melalukan verifikasi kepadanya, yang langsung dibantahkan. Kamis (14/12/2017).

“Saya (Helmi Iskandar, red) tegaskan pak, saya tidak pernah merasa memberi dukungan kepada pasangan IYL-Cakka. Saya heran kenapa tiba-tiba ada data dan KTP saya,” akunya dihadapan PPS.

Selain itu, yang paling tak bisa diterima Helmi adalah ketika mengetahui tanda tangannya juga ikut dipalsukan. Bahkan Alimin, PPS yang melakukan verifikasi menyebut, sedikitnya ada 365 orang pemilik KTP se Kelurahan Tanah Kongkong, Bulukumba yang mengaku tak pernah memberi dukungan ke IYL-Cakka.

“Tolong kepada siapapun yang melakukan cara cara seperti ini, agar dihentikan, karena sama saja cara ini tidak mendidik orang berpolitik santun dan cerdas,” tandas Helmi.

Seperti diketahui, protes warga soal data dan KTPnya di “Caplok” untuk mendukung pasangan IYL-Cakka, bukan hanya terjadi di Kabupaten Bulukumba saja.

Sebelumnya, warga di desa Kabba, Kabupaten Pangkep, juga melayangkan protes akibat hal yang sama. Begitu juga di Kota Palopo, ketua AMPI yang merasa kesal datanya beserta istri ikut dicatut.

Tak hanya dikalangan warga, bahkan nama Bupati Bone dan Selayar ikut terseret kedalam arus politik yang disebut pihak IYL-Cakka sebagai “Pembegal Demokrasi”.

Sementara itu, Tim Hukum IYL-Cakka memastikan, hal tersebut merupakan skanario yang diduga kuat dilakukan salah satu kandidat pilgub Sulsel 2018 untuk menggoyahkan pasangan IYL-Cakka dalam kontestasi politik pemimpin Sulsel.