Gowa Tolak BPJS Mulai 1 Januari 2017 , Kini Warga Mulai Bingung Mau Berobat Dimana

oleh
BPJS Gowa
Foto : kantor BPJS Makassar

Lidik Gowa – Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa yang menghentikan Integrasi bersama Badan Penyelenggara Jasa Sosial (BPJS) Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2017 mulai membuat warga kab bingung.

Warga kabupaten Gowa pada umumnya lebih banyak yang tidak mengetahui tentang kebijakan Bupati Gowa ini.

BPJS gowa
Orang tua penderita Mysthenia Grafis di Gowa menunjukkan obat yang harus dikonsumsi anaknya / Debra Ayudhistira

Seperti yang dilangsir di makassar terkini,Muhammad Nasar Abdullah menuturkan, jika Gowa menolak BPJS, dirinya bingung jika harus menebus obat anaknya di Rumah Sakit Pelamonia.”Padahal hanya obat ini yang membuat anak saya bertahan,” tutur Nasar kepada media Selasa 3 Januari 2017.

Putri Nasar yang berusia 23 tahun saat ini tengah menderita penyakit Mysthenia Grafis. Sejak dua tahun ini putrinya rutin mengkonsumsi obat jenis mestinon yang satu botolnya berharga Rp 1,5 juta.

Selama berobat, tutur Nasar, dia hanya membawa surat rujukan dokter dari rumah sakit Kalontala Gowa serta kartu BPJS kelas dua miliknya. Dua jenis surat ini membuat ia dapat dengan gratis menebus obat putrinya di rumah sakit Pelamonia Makassar.

“Jadi tanpa BPJS saya bingung dan kewalahan jika harus kembali menebus obat tanggal 20 bulan ini,” tuturnya.

Padahal kata Nasar, jenis obat yang berasal dari Spanyol tersebut adalah tempat putrinya menggantungkan hidup. Penyakit Mystenia grafis telah menyebabkan tubuh putrinya membengkak. Kondisi ini diikuti dengan kelumpuhan.

Nasar menyebutkan kondisi bengkak bisa berbahaya jika terjadi di sekitar dada.”Karena dikhawatirkan bisa membuatnya jantungnya tidak dapat berfungsi,” tutur Nasar.

Meski harus membayar Rp 51.000 per bulan karena memakai layanan BPJS kelas dua, Nasar mengaku lebih terbantu dibanding jika harus membayar harga obat anaknya.

Nasar berharap, pemerintah kabupaten Gowa dapat melakukan kerja sama dengan rumah sakit di Kota Makassar. “Agar warga Gowa yang mau berobat di Makassar bisa tetap gratis,” harapnya. ( mksterkini/bcht )