GSVL Dengarkan Keluhan Korban Bencana, Tambuwun: Masyarakat Butuh Sentuhan Nyata Bukan Retorika

oleh

suaralidik.com, Manado–Pasca terjadinya banjir dan tanah longsor di Kota Manado, Walikota DR. Ir. GS Vicky Lumentut. SH MSi DEA (GSVL), kembali mendatangi lokasi yang terkena dampak bencana, di Kelurahan Bumi Nyiur, Kecamatan Wanea dan beberapa lokasi di sekitarnya, minggu (17/12) kemarin.

Dalam pantauan tersebut, sejumlah warga mengeluhkan dahsyatnya banjir yang melanda pemukiman mereka yang terjadi sabtu (16/12) pekan. Menurut warga, pada tahun 2014, banjir yang terjadi di tempat mereka tidak separah sekarang.

“Banjir sekarang ini lebih parah dari tahun 2014 lalu. Yang lalu tinggi air hanya sebatas lutut orang dewasa, tapi kalau sekarang sudah mencapai satu meter bahkan lebih,” keluh warga.

GSVL (baju garis-garis biru putih) saat mengunjungi korban bencana banjir dan tanah longsor pada minggu (17/12) lalu.

Menanggapi hal itu, Walikota GSVL meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado untuk melakukan kajian terkait penataan drainase di kawasan tersebut.

“Kami akan memperhatikan keluhan warga. Ini akan kita kaji dan lakukan evaluasi terkait dengan penataan saluran air atau drainase yang tengah dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum,” ujar GSVL yang juga menjad pemberitahuan kepada Kepala Dinas PUPR Manado, DR Peter KB Assa.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Manado itu meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, beserta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) untuk terus memberikan bantuan, baik itu berupa makanan siap saji, dapur umum, serta bantuan kesehatan kepada warga korban bencana.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Manado dari Dapil 1, Sario Malalayang Robert Laoh Tambuwun berpendapat, Pemerintah Kota harus menyantuni korban yang tertimpa musibah banjir dan longsor. Ia mengungkapkan, masyarakat butuh sentuhan nyata bukan sekadar retorika semata. (DeonYW)