Gubernur Dan Muspida Pangkep Himbau Untuk Tidak Konvoi Di Malam Takbiran

oleh

Pangkep, Suaralidik.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau agar para Bupati, Walikota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan untuk tidak mengadakan pawai takbir. Hal tersebut dikuatkan dalam surat edaran yang dikeluarkan Pj Gubernur Sulsel, yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di kabupaten dan kota. Kebijakan ini adalah hal yang pertama dilakukan oleh Pemerintah Provinsi sebagai pemerintah tettinggi di Sulawesi Selatan.

Surat Keputusan Gubernur Sul Sel Agar Tidak Mengadakan Konvoi Takbir

Pj. Gubernur Sulawesi Selatan mengungkapkan alasan dilarangnya konvoi tahun ini adalah sedang berlangsung momentum politik. Dengan menimbang hal itu, dinilai berpotensi menyebabkan timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas). Pemerintah mengkhawatirkan akan ada pihak-pihak yang akan memanfaatkan dan mengganggu jalan malam takbiran, selain itu takbiran keliling atau pawai pada musim Pilkada dinilai rawan terjadi gesekan.

“Rawan sekali apalagi takbiran pada musim Pilkada seperti ini, karena itu Pemerintah Provinsi sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolda Sulsel untuk mengimbau untuk kiranya tidak takbiran atau konvoi di jalan-jalan, Sebaiknya takbiran dilakukan di masjid secara khusus sehingga lebih khusyuk tanpa mengurangi makna dan arti takbiran,” ujarnya.

Himbauan ini tertuang dalam surat Gubernur Sulawesi Selatan yang ditanda tangani oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan Tautoto Tana Ranggina tanggal 8 Juni 2018 dengan Nomor Surat 300/2121-Set/Kesbang.

Dalam surat imbauan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan mengimbau para bupati dan walikota untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban jelang hari raya Idul Fitri serta jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 Juni mendatang.

Menanggapi surat edaran himbauan tersebut Muspida Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang terdiri dari Pemda Pangkep. Kepala Kemenag Pangkep, Polres Pangkep serta KODIM 1421 Pangkep, sepakat untuk tidak melakukan takbir keliling dengan melakukan konvoi seperti malam takbiran sebelumnya.

Hal ini diungkapkan oleh Kemenag Pangkep DR H Jamaruddin MAg yang juga selaku Ketua PHBI mengatakan bahwa pawai takbiran tahun ini akan diganti dengan kegiatan lomba tabuh bedug yang akan dilaksanakan di halaman Masjid Agung Pangkep

” Kita tetap sami’na tidak akan melaksanakan pawai takbir keliling, dan akan menggantinya dengan lomba bedug. Kegiatan ini akan diikuti perwakilan tiap kecamatan, organisasi perangkat daerah dan beberapa perusahan BUMN. Peserta ini telah kita hubungi semua dan meminta ada perwakilan,” terangnya. Rabu (13/6/2018)

Sementara itu Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Wijanarko mengatakan guna menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat (Trantibmas) yang kondusif di malam takbiran Idul fitri 1439 H khusuanya diwilayah hukum Polres Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Dan menindaklanjuti imbauan Pemeritah Provinsi Sulsel agar tidak dilaksanakannya kegiatan takbir keliling kali ini. Maka jajaran Polres Pangkep juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar tidak melakukan kegiatan takbir keliling.

“Sebaiknya malam takbiran diselenggarakan di Masjid dan Musallah di masing-masing wilayah guna lebih memakmurkan Masjid dan menjaga situasi aman dan tertib di malam takbiran. Kami akan all out menurunkan personil pada malam takbiran untuk memastikan malam takbiran berjalan dengan tertib dan khidmat tanpa ada gangguan sedikitpun,” ujar Bambang.

Ditempat terpisah kepada awak media, Pj. Gubernur Sulsel Sumarsono mengatakan, mengingat takbiran keliling ini merupakan tradisi masyarakat, maka bentuknya berupa himbauan.

“Karena juga merupakan tradisi, bahasanya kita adalah menghimbau untuk sebaiknya tidak dilakukan. Untuk menghindari adanya gesekan karena salah penafsiran,” kata Sumarsono. (iwank86/kp)


Abdul Nazaruddin

Rujadi

Andi Edy Manaf

H.Askar

Harris Pratama