,

Gunakan Dana Desa, Program Pembangunan Rumah Sehat  Untuk Fakir Miskin Desa Manyampa Tak Kunjung Kelar

oleh
Photo : Program rumah sehat untuk fakir miskin telah 5 bulan belum selesai

BULUKUMBA, Suaralidik. Com – Pembangunan rumah sehat fakir miskin yang terletak di Desa menyampa Kecamatan Gantarang mendapat sorotan dari warga.

Mereka melihat adanya kejanggala dari proyek yang dananya bersumber dari Dana Desa. Konon, penerima manfaat Sudah hampir 5 bulan mereka ‘mengungsi’ tinggal di rumah tetangga.

Sembari menumpang di rumah tetangga, mereka menunggu sampai penyelesaian pekerjaan rumah.

Salah seorang warga yang rumahnya kena program rumah sehat fakir miskin yaitu Ibu Ninang (51) warga Manyampa dusun Tanah Eja.

Ibu Naning, berharap agar pekerjaan rumahnya dipercepat karena sudah cukup tersiksa numpang dirumah tetangga. Pernyataan yang sama dari penerimah program Bapak Baco (68) dan isterinya Ibu Jmilah (60).

Photo : Salah satu rumah warga yangbmasuk di Program rumah sehat desa Manyampa belum tersentuh sama sekali

Dikatakannya, rumahnya itu sampai saat ini belum juga tersentuh atau diperbaiki. “Lalu kami harus menunggu berapa lama ? Kami juga malu kalau harus menumpang sama tetangga,”keluh Baco dan Jamila.

Bagaimana tanggapan Pemerintah Desa Manyampa ? Mantan Kepala Desa Manyampa Abbas Madda yang dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya sudah tidak tahu menahu. “Saya sudah lepas tanggung jawab terhadap proyek itu karena sudah diserahkan kepada Plt dan bendahata desa,”kelit Abbas yang kini siap maju ke Pilkades Manyampa.

Photo : Papan Kegiatan Rumah Sehat Untuk Fakir Miskin Terkesan KJ alias Kurang Jelas. Hanya Tertulis Tahun 2018. Tanggal dan Bulan Terlupakan

Sekretaris Jenderal DPP Lidik Pro Muh Darwis meminta stakeholder yang terlibat di program tersebut harus menuntaskan kegiatan itu. “Apapun alasannya, program dengan dana desa itu harus diselesaikan. Tidak boleh lepas tangan seenaknya,”tegas Darwis.

Lebih lanjut Darwis menegaskan bahwa program ini bisa berakhir di proses hukum. Jika tahun 2018 berakhir dan program ini tidak menyelesaikan 2 rumah fakir miskin. Maka, ada indikasi penyelewengan Dana Desa. (***Riyal)