Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof Qasim : HTI Tidak Relevan Dengan Ideologi Indonesia

oleh
Guru besar

Lidik Makassar – Hizbut Tahrir adalah sebuah organisasi transnasional yang mencita-citakan seluruh dunia ini berada dalam satu pemerintahan global, yang mereka sebut ‘khilafah’.

Guru besar UIN alauddin makassar Profesor. Dr. H. M. Qasim Mathar, M.A

Salah satu jargon utama mereka adalah antidemokrasi, yang mereka anggap sebagai sumber dari segala kerusakan. Mereka sangat biasa berargumen: apapun masalahnya, khilafah solusinya.

Terkait dengan kegiatan Hizbut Tahrir Indonesia di Lapangan Karebosi, Makassar, 16 April 2017. Lalu yang tidak mendapatkan izin dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan

Bahkan Bebebrapa ormas di Indonesia pun menolak kegaitan tersebut termasuk Gerakan Pemuda ansor NU dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Kali ini guru besar UIN alauddin makassar Profesor. Dr. H. M. Qasim Mathar, M.A Pun angkat bicara terkait perjuangan HTI selama ini yakni negara islam

Prof Qasim Saat di konfirmasi Melui akun Whatsapp miliknya, Senin (17/04/2017) Mengatakan Memang dari sisi ideologi dan visi yang memperjuangkan negara khilafah, HTI tentu tidak sejalan dengan ideologi negara Indonesia, yaitu Pancasila yang menerapkan sistem demokrasi.

Sementara demokrasi juga tidak sejalan degan sistem khilafah pada perjuangan HTI. Menurut Prof Qasim Tentu saja dengan demikian, HTI berjuang mengubah ideologi dan sistem bernegara Indonesia. Kalau tadak demikian, berarti HTI tadak konsisten degan cita-cita nya.

Lanjut guru besar pemikiran Islam ini mengatakan jika HTI tetap dengan perjuangannya untuk khilafah, ia akan berhadapan dengan negara. Kecuali HTI mengubah arah perjuangannya yakni perjuangan yang sesuai degan ideologi, bentuk, dan sistem negara Indonesia.

Gagasan HTI tentang khilafah bertentangan empat pilar bangsa injmi yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” Tutup Prof Qasim Mathar Melaui Pesan Berantainya

Adhe