“Guru Honorer”, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Yang Dikadali Pemerintah

oleh

Pinrang, Suaralidik.com – Polemik tenaga guru honorer masih terus berlanjut. Hingga saat ini, nasib guru honorer masih kurang jelas alias abu abu. Sikap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dianggap tidak peduli dengan nasib mereka. Hal ini menuai sorotan dari Lidik Pro Pinrang yang melihat ketidakadilan pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menyelesaikan nasib para guru honorer.

Ketua LSM Lidik Pro Pinrang, Rusdianto menyayangkan sikap pemerintah Kabupaten Pinrang dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga yang membuka formasi CPNS lingkup pemerintah Kabupaten Pinrang tahun 2018 sebanyak 304 orang dan diantaranya Guru kelas hanya 20 orang.

Menurut Rusdianto, Pemerintah Kabupaten Pinrang tidak serius menyikapi tentang nasib honorer tingkat Sekolah Dasar. Data yang diperoleh dari Kasi PTK ( Pendidik untuk Tenaga Kependidikan) Ibu Rahma, guru honorer yang tersebar di 12 kecamatan dengan jumlah Sekolah Dasar sebanyak 324 dengan berjumlah 1.515 Guru Honorer.

Rusdianto menilai pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Dikpora tidak boleh berdiam diri. APBD Pinrang menurut Rusdianto lumayan besar hingga seharusnya melalui Kadis Dikpora polemik nasib guru honorer ini dapat ditindaklanjuti dengan baik.

“Bisa kok kalau kita mau, guru honorer sebanyak 1.515 ini dapat kita angkat dan diseleksi dengan perjanjian guru kelas dengan honor perbulan sebesar 700.000. Pemerintah daerah hanya mengalokasikan dana sebesar 12.726.000.000 M”, katanya.

“Mental anak kita dimulai dari Sekolah Dasar, ini perlu disikapi, atau Lidik Pro akan melakukan Aksi Damai menuntut Kadis Meletakkan jabatan sebagai Kadis Dikpora Kab. Pinrang bila ini tidak diperhatikan”, tegasnya.

Lidik Pro Pinrang berharap pemerintah Kabupaten Pinrang memperhatikan ini demi kelanjutan dan masa depan Guru Honorer.

Kita jadi pintar dibimbing guru, kita jadi pandai dididik guru, guru bak pelita penerang dalam gulita, jasamu tiada tara. Sepenggal lagu lawas ini menegaskan bahwa jasa seorang guru sangatlah besar bagi bangsa dan negara. Bangsa Indonesia merdeka juga tidak lepas dari jasa seorang guru. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. (ISWA/RIS)