Hadewwww!!!! Gelapkan Ratusan Motor, Karyawan Adira Dibekuk Polisi

oleh

JAMBI,SUARALIDIK.com- Cecep ‎Supriyadi (34), warga Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, diamankan‎ petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Jelutung‎. Surveyor PT Adira Dinamika Multi Finance ini diringkus karena melakukan penggelapan dan merugikan perusahaan Rp 130 juta.‎

Rekan Cecep yang bernama Ahmad Yusuf (37)‎, warga Eka Jaya, Kecamatan Jambi Timur‎, juga ikut diamankan. Yusuf ditangkap karena ikut terlibat kasus penggelapan tersebut.

Kapolsek Jelutung, AKP Vicky Tri Hariyanto, mengatakan bahwa modus kedua tersangka ini yakni dengan bekerja sama mengajukan aplikasi fiktif. Cecep bertugas membuat aplikasi pengajuan kredit konsumen, sementara Yusuf memberikan orderan dan data konsumen baik itu Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK).

“Aplikasi pengajuan mereka buat sendiri dan diberikan ke dialer. Ketika sepeda motor didapat, langsung dijual pelaku. Sementara kreditan dibayar pelaku hanya beberapa kali,” tutur Vicky, Jum’at (26/8/2016) kepada Redaksi SuaraLidik melalui Telegram Messenger.

Dikatakannya, saat terjadi penunggakan pembayaran kredit, pihak Adira langsung melakukan pengecekan dan baru mengetahui kalau data konsumen atau alamat‎nya palsu. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Mapolsek Jelutung dengan bukti LP/B-167/VII/2016/SPK III.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, kedua tersangka kita tangkap, kemarin sore. Saat ini kita masih melakukan pengembangan,” katanya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa laptop, printer, 8 eksemplar aplikasi diduga fiktif, 10 blangko kosong, serta 10 lembar fotocopi KTP dan KK konsumen. Selain itu sekitar 50 sepeda motor hasil penggelapan juga diamankan petugas.

“Sepeda motor yang digelapkan sekitar 200 unit, namun baru sebagian yang berhasil kita amankan,” pungkasnya.

Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kedua tersangka kini diamankan di Mapolsek Jelutung. Tersangka dikenakan pasal 374 jo pasal 372 jo 378 KUHP tentang penipuan dalam jabatan dan penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,”pungkas Vicky Tri Haryanto.

Editor : Andi Awal-SuaraLidik


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama