Hadiri di Agenda Sandiaga Uno, Ini Alasan Indra Yasin

oleh

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, (foto istimewa).

Gorontalo, Suaralidik.com – Ikut hadir pada prosesi adat Tilolo, dalam rangka penjemputan salah satu calon Wakil Presiden Sandiaga Uno di kediaman Ketua Tim Partai Koalisi, Gusnar Ismail, Bupati Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Provinsi Gorontalo Indra Yasin mengatakan kehadirannya selaku tokoh adat ta uwa lolipu (Sang Khafilah Negeri) dan bukan tokoh politik.

Hal ini disampaikan Indra Yasin kepada awak media diruang kerjanya, kantor Bupati Gorontalo Utara senin 05/11/2018.

Bupati dua periode ini menegaskan, ia hadir pada kegitan tersebut, karena diundang langsung oleh panitia pelaksana sebagai tokoh adat.

“Saya hadir disana selaku Tauwa Lo Lipu, mengingat kemarin itu prosesi Tilolo atau penyambutan secara adat, dan ini dilakukan kepada siapa saja yang datang mengunjungi daerah ini. Saya diminta hadir karena mengemban gelar adat,”tegas Indra Yasin.

Dikaitkan dengan suasana pilpres 2019 mengingat Sandiaga Uno sebagai Cawapres yang tak diusung oleh partai yang melekat pada dirinya, Bupati minta untuk menjaukan pemikaran tersebut, mengingat ia hadir karena gelar yang diembannya selama ini.

“Jika sudah dikaitkan dengan politik itu sudah terlalu jauh. Saya disitu hadir menggunakan pakaian adat, selaku tauwa lo lipu, sehingganya sebagai daerah yang menjunjung tinggi adat istiadat, maka kita akan tunjukan itu kepada siapa saja, serta menjaga tali silaturahmi kita agar tetap utuh,”tutur Bupati.

Perbincangan antara dirinya dengan Sandiaga Uno tak lain hanya memberikan penjelasan terkait makna adat Tilolo itu sendiri, tak berbicara terkait politik.

“Saat berbincang dengan bang Sandi, saya hanya menterjemahkan makna dari sajian yang disajikan saat prosesi adat, sebab yang disajikan memiki arti tersendiri. Pak Sandi tanya kalau filosofinya pisang apa, sya jelaskan “pisang itu tidak akan pernah berhenti sebelum memberikan buah, bila dikaitkan dengan kepemimpinan, pemimpin tak merasa puas sebelum memberikan manfaat kepada orang lain”. Kami berdua hanya membahas itu saja tak ada yang lainnya,”ungkap Indra Yasin.

Indra juga menambahkan, setelah prosesi adat tilolo ia sendiri langsung pulang dan tidak ikut bersama rombongan bang Sandi.

“Setelah prosesi adat, saya langsung pulang kerumah, karena saya sadar bahwa saya hadir bukan seorang kader maupun pengurus partai, tapi hanya sekedar tokoh adat,”tutup Bupati Gorut,(***TR/03).