banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Hadirkan Smart Kantin Berbasis Digital, SMPN 3 Libatkan BPOM dan Dinkes Makassar

Kepala Sekolah UPT SPF SMPN 3 Makassar, Kaswadi, Hadirkan Smart Kantin Berbasis Digital, Melibatkan BPOM Makassar dan Dinas Kesehatan, Kamis 4 Agustus 2022.

Makassar, SuaraLidik.com – UPT SPF SMPN 3 Makassar melakukan sebuah terobosan dan inovasi dalam menyediakan makanan atau jajanan yang aman, sehat dan higienis kepada para siswanya, yakni Smart Kantin.

Untuk mempersiapkan dan menjalankan Smart Kantin ini, pihak sekolah mengundang pihak BPOM Makassar dan Dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas Cendrawasih untuk melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang akan disajikan atau dijual kepada para siswa di sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 3 Makassar, Kaswadi mengatakan bahwa dimana Smart Kantin ini adalah suatu pengelolaan kantin yang berbasis digital dengan prosedur penyediaan jajanan yang tentunya sudah melalui screening dari BPOM Makassar dan Dinas Kesehatan.

“Inovasi ini kami rancang sebagai suatu program dimana ada unsur edukasi dan unsur kesehatan, sehingga warga sekolah memiliki maindset tentang bagaimana mengelola kantin dengan baik. Dimana para penjual menyediakan makanan dari rumah lalu kemudian nanti membawa ke sekolah sesuai dengan pesanan yang telah dipesan oleh siswa kami di sekolah melalui aplikasi,” ujar Kaswadi kepada awak Media Suara Lidik, Kamis (04/08/2022).

Lanjut Kaswadi menambahkan, aplikasi yang kami gunakan itu nantinya seluruh siswa, guru dan pegawai akan terdaftar didalam aplikasi, sehingga disaat ingin membeli makanan harus melalui aplikasi.

Kemudian, penyedia makanan tidak lagi memasak di sekolah dan tidak lagi menunggu jajanannya di sekolah, akan tetapi menitip atau istilahnya “Take Away”.

“Jadi jajanan yang sudah dipesan oleh siswa saat malam hari atau pagi harinya, lalu dibawah dan kemudian ada pengelola di kantin yang bertugas untuk mendistribusikan kepada para siswa,” katanya.

Untuk penyedia sendiri, kata Kaswadi, yang sudah terdaftar sekitar 12 orang dengan berbagai variasi jajanan yang berbeda. Sehingga nanti jajanan yang sudah disiapkan akan dimasukkan kedalam aplikasi dengan daftar harga yang telah tersedia.

Sebelum Kantin Smart ini dijalankan pada hari senin, terlebih dahulu kami lakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak sekolah dengan pihak penyedia jajanan. Dimana di dalam MoU itu ada hak dan kewajiban, bagaimana kewajiban penyedia makanan harus menyediakan makanan yang sehat, higienis dan tentunya dari segi harga tidak mahal.

“Tentunya yang kami harapkan, apa yang menjadi perjanjian dalam MoU tersebut yang telah kita sepakati tidak dilanggar. Sekiranya nanti ada yang melenceng dari MoU tersebut, nanti dengan sendirinya akan gugur, sehingga kita kelola ini secara transparan dan kita lakukan ini dengan prosedur yang ada,” tegasnya.

Kedepannya, kita akan jalin kerjasama dengan salah satu Bank, dan kami sudah sampaikan dalam hal pengembangan kerjasama nantinya. Untuk sementara ini pembayarannya melalui cash/tunai, setelah kita lakukan kerjasama dengan salah satu Bank, mungkin nanti dalam hal sistem pembayarannya melalui non tunai.

“Jadi tidak ada lagi anak-anak memegang uang, melainkan anak-anak menggunakan kartu untuk berbelanja di sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, Atsuko dari Infokom BPOM Makassar mengatakan bahwa inovasi yang telah dihadirkan oleh Kepala Sekolah SMPN 3 Makassar cukup inovatif, karena Smart Kantin ini bagaimana menjaga agar para siswa mendapatkan jajanan yang aman, baik dari segi kesehatannya dan kualitas makanannya.

“Jadi saya rasa cukup inovatif sih apa yang telah dilakukan oleh Kepala Sekolah SMPN 3 Makassar,” ujar Atsuko saat usai memeriksa jajanan dari penyedia.

Selain itu Atsuko menjelaskan, dalam pemeriksaan berbagai jenis makanan yang akan dijadikan pangan jajanan anak sekolah, kami dari BPOM Makassar mengambil beberapa sampel untuk diuji apakah mengandung bahan berbahaya yang biasa disalahgunakan dalam makanan.

“Biasanya, dalam makanan terdapat bahan kimia berbahaya yang sering disalahgunakan, diantaranya formalin dan boraks, lalu ada pewarna tekstil yang biasanya dimasukkan didalam makanan,” ungkapnya.

Untuk hasil pemeriksaan hari ini, kata Atsuko, alhamdulillah negatif semua dan aman untuk di konsumsi oleh para siswa di sekolah.

“Harapan kami untuk penyedia makanan agar seterusnya seperti ini, bagaimana bisa fair dan adil tidak menambah bahan-bahan berbahaya kedalam makanan. Dan untuk Kepala Sekolah SMPN 3 agar senantiasa tetap konsisten dan komitmen untuk tetap menjaga keamanan pangan, jajanan siswanya di sekolah,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan Smart Kantin ini Kepala Sekolah SMPN 3 Makassar Kaswadi, Suri dan Marni dari Puskesmas Cendrawasih, Atsuko dan Ahmad Yani dari Balai BPOM Makassar, Koordinator Smart Kantin Nurhasmah Hasan beserta para guru dan perwakilan siswa.