Hahaha Lucunya Daeng Husen, Hansip Kecamatan Bulukumpa

oleh
Daeng Husen, Hansip gaul Kecamatan Bulukumpa saat bersama Lurah Ballasaraja dan Kasi Kesra Kecamatan Bulukumpa, Sabtu (29/10), Husen meskipun pernah di rawat di RSJ namun pembawaannya kalem dan tidak pernah berbuat onar bahkan banyak yang mencarinya hanya untuk berfoto Selfie - SUARALIDIK.com/ANDI AWAL
Daeng Husen, Hansip gaul Kecamatan Bulukumpa saat bersama Lurah Ballasaraja dan Kasi Kesra Kecamatan Bulukumpa, Sabtu (29/10), Husen meskipun pernah di rawat di RSJ namun pembawaannya kalem dan tidak pernah berbuat onar bahkan banyak yang mencarinya hanya untuk berfoto Selfie – SUARALIDIK.com/ANDI AWAL

SUARALIDIK.com,BULUKUMBA –  Daeng Husen alias Daeng Hasan Ali (70) mendadak tenar. Hansip yang bertugas secara sukarela di kantor Kecamatan Bulukumpa sejak 2 tahun lalu tersebut, itu kondang karena akhir-akhir eksis di setiap kegiatan masyarakat.

Daeng Husen yang merupakan warga asli Kajang tersebut dalam kesehariannya gampang dikenali dengan pakaian Hansip yang tidak pernah dia lepas, baik siang maupun malam.

Informasi yang di himpun SuaraLidik.com, awal hadirnya Dg. Husen di kantor Kecamtan Bulukumpa pada tahun 2015 setelah kembali dari merantau di daerah Kendari Sulawesi Tenggara.

Alamsyah Yunus ,Kasi Kesra Kecamatan Bulukumpa menjelaskan, jalan hidup Dg.Husen tersebut sangat berliku bahkan lelaki paruh baya tersebut menurut Alam, pernah menjalani hukuman di dalam lembaga dan bahkan di rawat di Ruah Sakit Jiwa, namun Dg.Husen tidak pernah berbuat onar ataupun menganggu orang lain. Sewaktu diajak komunikasi oleh SulselToday.com, benar adanya, lelaki tua tersebut mampu menjawab pertanyaan demi pertayaan dan dari berbagai bahasa.

Dg. Husen kian tenar dengan banyaknya warga yang mengajak berfoto Selfie dalam setiap kegiatan di Kecamatan Bulukumpa /SUARALIDIK.com-ANDI AWAL
Dg. Husen kian tenar dengan banyaknya warga yang mengajak berfoto Selfie dalam setiap kegiatan di Kecamatan Bulukumpa /SUARALIDIK.com-ANDI AWAL

Iyek, saya pernah di penjara pak, SIAP !, saya melakukan perbuatan melawan hukum, membunuh keluarga istri saya, karena saya sudah tidak dapat menahan kesabaran sekian lama di hina dan di kata-katai binatang bahkan di sebut Anjing Gila ” tutur Dg.Husen dalam logat kajang campur Bahasa Indonesia, Sabtu ( 29/10) .

Ditambahkan oleh Alam, bahwasanya Dg.Husen ini melakukan perbuatan tersebut karena setiap hari di hina dan di caci oleh kerabat istrinya.

Dg,Husen ini menjalani hukuman selama 8 tahun dan dirawat di RSJ kurang lebih 1 tahun, setelah itu dia ke Malaysia dan ke Kendari sebelum ada di kantor Kecamatan Bulukumpa ” ujar Alam di dampingi Lurah Ballasaraja, Drs. Salman.

Meski sudah lama mengabdi sebagai hansip, Dg.Husen yang pendidikannya mengaku hanya sampai SD kelas 2 ini sejak kecil tidak bercita-cita menjadi petugas keamanan semisal tentara atau polisi.

Hanya mau jadi pengembala kambing. Kambingnya banyak dijual buat makan. Sekarang makan itu harus penting. SIAP,” katanya di dalam sebuah Warung Kopi yang membuat Lurah Ballasaraja, Salman bersama Alam dan SuaraLidik.com pun tertawa atas candaannya tersebut.

Puang Ompeng sapaan akrab Salman membenarkan, sosok Dg.Husen kini sudah menjadi pembicaraan masyarakat Tanete. Banyak orang yang penasaran ingin berkenalan dan ketika bertemu langsung minta foto bareng. “Saya saja kalah tenar sama pak Husen ini ndik,” tutur Puang Ompeng, sambil tersenyum.

Kendati pembawaannya lucu, Lurah Balla Saraja ini menyatakan, komitmen Hansip Husen terhadap tugas keamanan dan ketertiban di Kantor Kecamatan sangat tinggi. Malah terkadang, lingkungan kantor Kelurahan Ballasaraja tidak luput dari monitornya saat melaksanakan ronda atau siskamling.

Kalau malam keliling ke sini dia pasti nyari-nyari saya di rumah. Biasalah lapor sekalian minta rokok. He..he.. Tapi saya bangga, Dg.Huseng ini kerjanya luar biasa,” tandas Puang Ompeng.

RED; suaralidik.com-andi awal