Halo PERTAMINA ! Pengusaha SPBU 74.925.39 Bulukumba Keberatan Atas Penambahan SPBU Baru di Caile

oleh
Pemilik SPBU 74.925.39, Irfan Gaffar ( kaos putih ) yang merasa dirugikan atas pembangunan SPBU baru di Kel.Caile - ANDI AWAL/SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com,BULUKUMBA – Pembangunan SPBU DODO ( Dealer Owned Dealer Operated ) baru di Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Bulu Bulukumba di persoalkan Pengusaha SPBU 74/925.39, Haji Abdul Gaffar.

Haji Gaffar yang merupakan Direktur PT. Sembilan Jaya Sakti Bulukumba ini bahkan telah menyurat kepada Direktur Pemasaran dan Niaga PT.Pertamina ( Persero) di Jakarta.

Dalam suratnya yang bertanggal 19 Mei 2016, H.Gaffar melalui salah seorang putranya, Irfan Gaffar kepada Redaksi SuaraLidik.com menjelaskan dengan adanya rencana pembangunan SPBU baru di wilayah Kecamatn Ujung Bulu yang jaraknya hanya berkisar 1 Km dari SPBU 74.925.39 miliknya tersebut, merasa keberatan dengan adanya rencana pembangunan SPBU karena akan menimbulkan kerugian serta persaingan usaha yang tidak sehat.

Dalam surat kami tersebut, dilaporkan bahwa berdasarkan surat Retail Fuel Marketing Region Manager VII No.1151/F17410/2014 tanggal 6/10/2016 dimana kami diwajibkan melakukan renovasi fisik SPBU dengan alasan SPBU 74.925.39 “tidak layak dan tidak aman untuk dioperasikan” dan pada sat itu terhitung tanggal 08/10/2014, pasokan BBM ke SPBU kami dihentikan sementara dan kami diberi waktu batas waktu 3 (tiga ) bulan untuk menyelesaikan renovasi. Hal ini cukup memberatkan kami namun tetap kami upayakan demi menjaga nama baik pertamina dan untuk kelancaran penyaluran BBM ke masyarakat ” urai Irfan Gaffar di dampingi beberapa koleganya.

SPBU 74.925.39 Jalan Ahmad Yani Caile yang kini   oleh pemiliknya mempersoalkan pendirian SPBU baru yang hanya berjarak kurang dari 1 KM dari SPBU tersebut- ANDI AWAL/SUARALIDIK.com
SPBU 74.925.39 Jalan Ahmad Yani Caile yang kini oleh pemiliknya mempersoalkan pendirian SPBU baru yang hanya berjarak kurang dari 1 KM dari SPBU tersebut- ANDI AWAL/SUARALIDIK.com

Maka demi memenuhi keinginan PT.Pertamina (persero), Irfan pun berupaya melakukan renovasi dengan menggunakan bantuan kredit dengan bunga dari salah satu bank mengingat biaya renovasi SPBU 74.925.39 tersebut memakan iaya yang cukup besar dan saat ini renovasi telah selesai.

Ini yang kami keberatan, belum lagi pengembalian kredit Bank di lunasi, tiba-tiba Pertamina menyetuji dan menempatkan lagi SPBU baru yang sangat berdekatan dengan lokasi SPBU 74.925.39 milik kami, dengan demikian di sekitar SPBU kami sudah terdapat 3 SPBU yang berdekatan , hal ini akan berpengaruh langsung terhadap volume penjualan BBM, dan itu akan mengakibatkan mematikan usaha kami, dan Keberatan kami kenapa pemerintah kabupaten Bulukumba yang menurut penjelasan pihak Pertamina memberikan Ijin Prinsip ??? ” urai Irfan.

Tak hanya menyurat dan Keberatan kepada Pertamina, pihak SPBU 74.925.39 milik H.Abdul Gaffar menurut Irfan juga telah menyurat Ke Ombudsman RI, Bupati Bulukumba, Ketua DPRD dan Dinas terkait bahkan kata Irfan, Bupati Bulukumba telah memberikan disposisi kepada Kadis Tata Ruang Perumahan dan Cipta Karya Bulukumba, Kadis Perijinan serta Kadis Perindag Bulukumba dimana dalam disposisi Bupati memerintahkan untuk dikaji ulang kembali.

Kami menyadari bahwa dalam era demokrasi dan kebebasan terbuka saat ini, setipa orang mempunyai hak yang sama dalam berusaha, dan Pertamina mempunyai hak yang penuh untuk menentukan lokasi pembangunan SPBU baru, namun tentunya sebagai mitra , Pertamina untuk lebih eksistingnya mitranya tersebut harus bersinergi dan jangan asal memberikan Ijin walaupun misalnya Ijin Prinsip dan item lainnya telah dipenuhi dari Pemerintah Daerah, seharusnya juga mempertimbangkan secara cermat dampak yang ditimbulkan atas adanya pembanguna SPBU yang baru ” tutup Irfan Gaffar.

Pantauan SuaraLidik,com, kondisi geografis di sepanjang jalan Kusuma bangsa Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Bulu yang di tempati oleh dua lokasi SPBU ini, antara 0 Km sampai dengan 6 KM pendirian SPBU sangat berdekatan dengan SPBU lainnya dengan jarak kurang lebih 1 sampai 2 Km.

SPBU yang telah beroperasi di Kabupaten Bulukumba terhitung ada 7 ( tujuh ) termasuk batas antara Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten bantaeng ( SPBU Pantai Marina ), SPBU Labuan Korong, SPBU Ahmad Yani Caile, SPBU Kirasa, SPBU Tanete, SPBU Ela-Ela dan SPBU Tanah Beru. Dan jika pembangunan dua SPBU lainnya selesai yakni di SPBU Kapas dan SPBU Caile maka di Bulukumba akan berdiri dan beroperasi 9 SPBU.

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com