HAM Sul-Sel Bersama Mayarakat Kembali Medesak Kejati Tuntaskan Kasus Takalar

oleh
Aksi Mahasiswa bersama Masyarakat di depan kantor Kejati Sul-Sel

Lidik Makassar – Puluhan Masyarakat Desa Laikan bersama Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM) Hari ini Kembali melakukan Aksi unjuk rasa Di depan Gedung Kejaksaan Tinggi Sul-SelBar, Kamis (02/03/2017)

Aksi Mahasiswa bersama Masyarakat di depan kantor Kejati Sul-Sel

Seperti aksi sebelum, mereka mendesak Kejati agar segera memanggil Mantan Bupati Takakar yakni Burhanuddin Baharuddin, sebab Mantan bupati Takalar sudah di tetapkan sebagai tersangka oleh pihak kejati, terkait dengan Kasus penjualan Aset Negara di Kab. Takalar

Pada Aksi Kali ini mereka Mendesak kepala kejaksaan yang baru Agar segera mengusut tuntas kasus penjualan Lahan aset negara yang terjadi di desa Laikang Kabupaten Takalar.

Dalam orasinya, pengujuk rasa menantang Pimpinan Baru Kejati Sulsel agar mengusut tuntas kasus kasus penjualan tanah milik negara yang melibatkan Mantan Bupati Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin seperti yang janjikan sebelumnya

Mantan Bupati Takalar Burhanuddin sudah Jelas yakni Saat dia menjabat bupati Takalar memberikan izin prinsip penjulan lahan, Padahal Lahan tersebut milik negara.

“Dimana Burhanudin memberikan ijin prinsip terhadap 2.000 hektar tanah. dan Tanah tersebut adalah lahan milik negara yang diperuntukan sebagai lahan transmigrasi”

Saat Aksi Berlangsung Tim penyidik Dari Kejeti terkait dengan kasus penjualan aset Negara menemui langsung warga dan mahasiswa .

Tim Penyidik yang menemui Aksi Massa mengatakan bahwa dalam rentang waktu satu minggu kedepan pihak kejati akan memanggil mantan bupati Takalar yg Diduga kuat terlibat dalam penjualan aset Negara di Kab. Takalar

Sementara ketua umum HAM Sul-Sel Dhedy Jalarambang saat di Mintai keterangan menegaskan bahwa ketika dalam jangka waktu 1 minggu kejati tidak kunjung merealisasikan janjinya kepada masyarakat dan mahasiswa maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar dan melibatkan ratusan massa dari mahasiswa dan warga Takalar.”Tutupnya

Editor : Adhe


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama