Hanura Merapat ke NH-Aziz, Mukhtar Tompo: Bukan ‘Begal’ Kami Belum Pernah Mendukung

oleh
Hanura Merapat ke NH-Aziz, Mukhtar Tompo: Bukan 'Begal' Kami Belum Pernah Mendukung

MAKASSAR – Arah dukungan Partai Hanura pada Pilgub Sulsel 2018 mulai menunjukkan titik terang. Partai yang dipimpin oleh Oesman Sapta Odang (OSO) condong mendukung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar. Sayangnya, tidak sedikit pihak yang salah mempersepsikan sikap politik Hanura. Parahnya lagi, NH-Aziz dituding ‘begal’ parpol.

Hanura Merapat ke NH-Aziz, Mukhtar Tompo: Bukan ‘Begal’ Kami Belum Pernah Mendukung

Anggota DPR RI dari Fraksi Hanura, Mukhtar Tompo, angkat bicara ihwal isu ‘begal’ parpol tersebut. Kalaupun pada akhirnya Hanura resmi mendukung NH-Aziz, dia menuturkan salah alamat bila pasangan nasionalis-religius tersebut disebut ‘begal’ parpol. Toh, Hanura sedari awal belum pernah mendukung pasangan kandidat manapun.

Mukhtar menegaskan Hanura sampai detik ini belum pernah menerbitkan surat tugas maupun SK rekomendasi untuk Pilgub Sulsel. Hanura sebatas melakukan komunikasi politik dengan sejumlah pasangan kandidat dan itu merupakan hal yang lumrah. Ia pun mengaku tidak mengetahui mengapa tiba-tiba muncul isu ‘begal’ parpol.

“Jelas keliru kalau disebut ada ‘begal’ parpol. Hanura kan posisinya belum pernah mendukung pasangan kandidat manapun lalu mengalihkan dukungan. Hanura malahan baru mau menetapkan usungannya pada Pilgub Sulsel,” kata Mukhtar, Kamis, 2 November.

Isu ‘begal’ parpol pada Pilgub Sulsel sendiri mulai mengemuka setelah dukungan PAN beralih dari Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) ke Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (NA-SS). PAN memang diketahui secara resmi sempat menyatakan dukungan ke IYL-Cakka, tapi belakangan berbalik mengusung NA-SS.

Mukhtar melanjutkan dukungan Hanura sendiri akan diputuskan dalam waktu dekat. Untuk saat ini, ia mengaku enggan berspekulasi sebelum DPP memberikan pernyataan resmi mengenai arah dukungan Hanura. Yang pasti, tegas Mukhtar, seluruh pengurus dan kader Hanura patuh dan tunduk pada putusan DPP, termasuk memenangkan usungan Parpol.