Hardiknas, HMI Kecam Kasus Pungli dan Asusila Di Dunia Pendidikan Bulukumba

oleh
DEMO HMI
HMI Cabang Bulukumba menggelar aksi Unjuk Rasa, Selasa (02/05/17) di perempatan Teko terkait Pungli dan Kasus Asusila Oknum Guru di Bulukumba ||SUARALIDIK

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com— Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) Cabang Bulukumba mengecam adanya kasus Pungli ( Pungutan Liar ) serta Kasus asusila / pelecehan seksual yang dilakukan oknum tenaga pendidik.

DEMO HMI
HMI Cabang Bulukumba menggelar aksi Unjuk Rasa, Selasa (02/05/17) di perempatan Teko terkait Pungli dan Kasus Asusila Oknum Guru di Bulukumba ||SUARALIDIK

Aksi unjuk rasa yang bertepatan di hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas ) tersebut di gelar di Perempatan Teko Jalan Ir. Soekarno Kelurahan Tanah Kongkong Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba sekitar pukul 09.55 WITA dipimpin Korlap, Adi Tompel.

Dalam aksi unjuk rasa HMI, para pendemo melakukan orasi secara bergantian dan menyampaikan pernyataan sikap terkait pengertian pendidikan secara umum dimana Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan tercantum untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif berdasarkan UU No. 2 Tahun 1985 yang berbunyi bahwa tujuan pendidikan yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yakni beriman dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur berdasarkan MPRS No. 2 Tahun 1960 bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk Pancasila sejati berdasarkan ketentuan yang dikehendaki oleh UUD 1945 dan isi UUD 1945 serta berdasarkan UU No. 2 tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional dalam pasal 3, bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi didik, namun bagaimana mungkin tujuan pendidikan bisa tercapai jika tenaga pendidik saat ini sudah tidak lagi memberikan contoh yang baik bagi peserta didiknya, sebut saja kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhadap siswanya sendiri, belum lagi kasus pungli yang terjadi di beberapa sekolah di kabupaten Bulukumba dan masih banyak lagi kasus lain di dunia pendidikan dengan kondisi pendidikan yang memperhatikan ini.

Adi Tompel menyampaikan tuntutan sikap antara lain :
(1) Mendesak Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi kinerja tenaga pendidikan se Kabupaten Bulukumba
(2) Mendesak Dinas Pendidikan memberi sanksi yang tegas kepada mantan kepala sekolah SMA 3 Bulukumba yang melakukan pungli
(3) Mendesak Dinas Pendidikan memberikan sanksi yang tegas kepada tenaga pendidik yang berkasus
(4) Mendesak Bupati Bulukumba untuk mendefenitifkan Kepala Dinas Pendidikan.

Setelah menyampaikan orasi di perempatan Teko Bulukumba, Mahasiswa HMI kemudian melanjutkan aksi serupa di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba di jalan Jend.Ahmad Yani Caile bersama dengan aktivis LMPI serta PMII. ( PERMANA/A2)