Harga Gabah Anjlok dan Banyak Potongan, Petani di Gantarang Mulai Teriak !

  • Bagikan
harga gabah anjlok di Bulukumba

Bulukumba, suaralidik.com – Harga gabah di daerah kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba berada di bawah harga pokok penjualan (HPP) yang sebesar Rp 4.200 per kilogram, seperti diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020.

Seperti penjelasan beberapa petani yang ditemui langsung suaralidik.com, gabah padi mereka dibeli dengan harga rendah dibawah HPP belum lagi tambahan potongan usai dilakukan penimbangan.

“Harga gabah dibeli Rp.4.000 per kilo, setelah ditimbang ada lagi potongan, misalnya 1 karung gabah ditimbang dengan berat 88 Kilogram, setelah ditimbang ada lagi pemotongan rata-rata 7 kilogram per karungnya. jadi tentu harga gabah Kami semakin jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah,” jelas petani yang enggang disebutkan namanya.

Ia menyebutkan kalau dirinya menjual gabah di salah satu gudang yang terletak di kelurahan Mariorennu.

“seandainya gabah Kami rusak atau banyak mengandung air, tentu kami maklumi, tetapi ini kan bukan musim penghujan kemudian panen. padi juga normal-normal saja”, tambahnya.

Lidik Pro Mendalami Siapa Pelaku Anjloknya Harga Gabah di Bulukumba

Usai menerima kabar dan keluhan beberapa petani tentang anjloknya harga gabah di Bulukumba, Ketua DPD Lidik Pro Bulukumba Muh Ilham Nur didampingi ketua Bidang Koperasi dan Kesejahteraan rakyat Lidik Pro Bulukumba Syamsir Halik angkat bicara.

Pihkanya menilai kalau ada permainan harga gabah di Bulukumba yang sengaja dilakukan secara sistematis oleh oknum-oknum yang merugikan petani setiap musim panen tiba.

“Kasihan petani di Bulukumba, khususnya di Kecamatan Gantarang. Gabah mereka dibeli dengan harga di bawah HPP, sudah seperti itu ada lagi potongan. Pemerintah seharusnya segera turun tangan agar petani tidak menjadi korban oleh ulah pedagang gabah di kecamatan Gantarang”, jelas Ilham.

Baca Juga : Pupuk Bersubsidi Sangat Langka, Petani di Kec Gantarang Bulukumba Kembali Menjerit

Senada dengan Ilham Nur, Syamsir Halik juga kesal dengan kabar harga gabah yang anjlok di Gantarang.

“Saya ini selain aktivis, juga petani. tahu persis bagaimana susahnya petani mendapatkan kebutuhan dasar seperti air dan pupuk. setelah panen malah harga gabah anjlok lagi. dimana letak perhatian pemerintah ?, mereka harus segera turun tangan, panggil pengusaha-pengusaha gabah itu sebelum petani datang ke kantor Pemkab”, gerang Syamsir Halik. (*BCHT)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *