Hari Ini PLN Bantaeng di Demo Aktivis AMYA bersama APMB dan GAM

oleh
Aktivis AMYA, APMB, dan GAM serta masyarakat Palanjong Desa Tombolo saat menuju kantor PLN Bantaeng untuk unjuk rasa , Senin (24/10) / SUARALIDIK.com
Aktivis AMYA, APMB, dan GAM serta masyarakat Palanjong Desa Tombolo saat menuju kantor PLN Bantaeng untuk unjuk rasa , Senin (24/10) / SUARALIDIK.com
Aktivis AMYA, APMB, dan GAM serta masyarakat Palanjong Desa Tombolo saat menuju kantor PLN Bantaeng untuk unjuk rasa , Senin (24/10) / SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com, BANTAENG – AMYA ( Angkatan Muda Yayasan Al Falah ) bersama APMB ( Aliansi Peduli Masyarakat Bantaeng ) dan Gerakan Aktivis Makassar ( GAM ), Senin (24/10 ) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor PLN Ranting Bantaeng, sekira pukul 10.00 Wita.

Puluhan aktivis gerakan mahasiswa tersebut larut bersama masyarakat Dusun Palanjong Desa Tombolo terkait kasus fasilitas listrik yang di mainkan oleh mafia di dalam tubuh PLN Bantaeng.

Tampak terlihat Kordinator Lapangan ( Korlap ) Aksi , Rusdi.B yang berorasi didepan Kantor PLN dan berlanjut ke kantor Bupati Bantaeng,serta gedung DPRD Bantaeng.

Ketua Umum AMYA Bantaeng, Rusdi.B saat berorasi dalam aksi demo terkait mafia listrik di PLN Bantaeng, Senin (24/10) / SUARALIDIK.com
Ketua Umum AMYA Bantaeng, Rusdi.B saat berorasi dalam aksi demo terkait mafia listrik di PLN Bantaeng, Senin (24/10) / SUARALIDIK.com

Dalam orasinya, Rusdi yang juga Ketua Umum AMYA Bantaeng menyampaikan pernyataan sikap yaitu ” meminta kepada Bupati,DPRD, serta PLN harus duduk bersama untuk menyelesaikan masalah krisis listrik di Dusun Palanjong, dan Kampung-kampung yang ada di Desa, Jangan cuma Pohon-pohon yang ada di kota yang di kasih Listrik, Kami juga didesa butuh penerangan Listrik ” ujar Rusdi dalam orasinya.

AMYA bersama APMB dan masyarakat Palanjong juga meminta kepada seluruh Pihak untuk bersama-sama menindak Mafia-mafia di dalam PLN Ranting Bantaeng.

Hidup rakyat, hidup Dusun Palanjong. Beratus rakyat Bantaeng bersimbah luka janji anak kurus tidak sekolah, pemuda desa tidak kerja! Ini bukan tradisi, bukan seni dan bukan budaya! Ini adalah kedzaliman pemerintah terhadap rakyat Bantaeng ” teriak Aktivis bersama masyarakat Palanjong.

REDAKSI ; suaralidik.com-andi awal