Hari Kemerdekaan, Balita Penderita Hidrocefalus di Bulukumba Ini Menanti BPJS Untuk Operasi

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Dimomen peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 tahun, hal berbeda dirasakan Balita Penderita Hidrocefalus di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi-Selatan ini. Reza itulah nama balita penderita penumpukan cairan pada rongga otak ventrikel ini.

Balita berusia 2 tahun ini telah menderita penyakit itu sejak ia lahir di tahun 2015 lalu. Reza kini hanya diasuh oleh besse seorang diri yang merupakan neneknya yang juga sudah tua.

Meski berusia tergolong masih sangat belia, mau tidak mau Reza telah menjalani kehidupan yang sangat keras. Sejak ia lahir, tak pernah sekalipun ia tersentuh perhatian oleh pemerintah, mirisnya pemerintah desa juga seakan tutup mata mihat kondisi memprihatinkan warga dusun Kappa, desa Batukaropa, kecamatan Rilau Ale ini.

Selama ini, Reza hanya berharap belas kasih dari tetangga dan beberapa orang dermawan yang menyambangi kediamannya dan memberikan bantuan ala kadarnya.

“Iye, tidak pernah itu dulu kodong ada dari pak desa,” tutur Besse, nenek sang balita malang saat ditemui. Kamis (17/8/17).

Malangnya lagi, Reza pernah ditolak saat hendak berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bulukumba pada tahun 2016 lalu lantaran tak memiliki kartu BPJS.

Saat itu, Reza menderita demam tinggi dan muntah muntah, sehingga ia dilarikan ke RSUD untuk mendapat perawatan namun na’asnya, setiba di RS, bukannya mendapat pertolongan Reza malah terlantar di atas mobil ambulance yang mengantar dirinya dan nenek hingga larut malam.

Setelah ditelantarkan selama kurang lebih 4 jam, barulah kemudian Reza mendapat perawatan saat awak media datang meliput dan beberapa orang mendesak pihak RS.

Di RS, Reza sempat dirawat selama 1 minggu lebih. Karena kondisinya sudah membaik, Reza kala itu akhirnya dibawa pulang oleh neneknya dengan maksud menunggu rujukan untuk operasi di Rumah Sakit Makassar, sambil menunggu BPJS diterbitkan.

“Iye, saya dulu bawa pulang Reza setelah kondisinya membaik, menunggu rujukan dari RS untuk operasi Reza di Makassar, dan menunggu BPJSnya terbit, diurus sama cucuku (Sepupu Reza),” ungkap Basse.

Lika liku pahitnya kehidupan Reza tak sampi disitu, saat keluarganya sedang menanti BPJS terbit. Hal tak mengenakkan kembali dialami, tak kala kepengurusan BPJSnya untuk rujukan operasi dipersulit dan tak menemui titik terang hingga pergantian tahun 2017.

“Yek, mau juga diapa, saya ini kodong tidak tahu apa-apa, jadi bisa apa selain menunggu bantuan dari orang dermawan,” ucap Besse.

Setelah beberapa bulan, akhirnya bantuan itu kembali datang dari sekelompok pemuda (Suporter Fanatik PSM Makassar) dan beberapa Wartawan (Media online, TV, dan cetak) yang melihat kondisi memprihatinkan Reza kian memburuk. Akhirnya memutuskan kembali untuk membawa Reza ke RSUD Bulukumba dengan bantuan Puskesmas setempat (Puskesmas Bonto Bangun) pada, Jumat 11 Agustus 2017 kemarin.

Akhirnya Reza dirawat kembali di RS. Beberapa pihak turut membantu, seperti, Kasubag Media Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad yang nuraninya terpanggil turut membantu untuk kelancaran terbitnya BPJS.

“Yang lalu itu kendalanya di Dinas Sosial, saat itu terjadi miskomunikasi antara sepupu Reza yang mengurus surat keterangan tak mampu, yang tak diperhatikan pemerintah desa. Dan staf di Dinas Sosial juga kaku dalam menangani permasalahan itu,” kata Kasubag yang akrab disapa Andi Ulla itu saat menjeguk Reza di RSUD. Kamis (17/8/17).

Selain itu, menurutnya tak lama lagi BPJS Reza segera diterbitkan.

“Jadi berkat usulan teman-teman wartawan, saya usulkan dulu BPJS mandiri sementara untuk Reza agar bisa operasi. Insyaallah tanggal 25 sudah aktif, sambil menunggu BPJS KIS-PBI yang terbitnya satu bulan setelah didata kembali,” tambah Andi Ulla.

Reza kini mejalani perawatan untuk perbaikan gizi di perwatan C1, Kamar 205, RSUD Bulukumba, ditanggung dari dana Bansos Dinas Sosial.

Baznas Bulukumba serahkan bantuan ke nenek Reza, Balita penderita Hidrocafalus di Kabupaten Bulukumba.

Selain itu beberapa bantuan juga diterima nenek Reza baru baru ini, seperti Baznas dan organisasi kemahasiswaan di Bulukumba. Reza masih menunggu uluran tangan dari para dermawan.