banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Healty Cities Summit Semarang 2022, Wali Kota Danny Paparkan Inovasi Kemandirian dan Tata Kelola RSUD

Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramadhan Pomanto, Saat Menjadi Narasumber Dalam Seminar Nasional Inovasi Penguatan Kemandirian dan Tata Kelola serta Best Practice Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Yang Dilaksanakan di Pancowati Patra, Semarang Hotel and Convention, Selasa (29/03/2022).

Makassar, SuaraLidik.com – Wali Kota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto tampil sebagai narasumber pada Seminar Nasional Inovasi Penguatan Kemandirian dan Tata Kelola serta Best Practise Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Seminar Nasional ini merupakan sesi keempat dari rangkaian acara event Summit Seminar dan Expo Kabupaten/Kota Sehat (Healthy City Summit) Tahun 2022 di Kota Semarang, yang diadakan di Pancowati Patra, Semarang Hotel and Convention, Selasa (29/03/2022).

banner 728x250

Seminar ini juga merupakan bentuk kerjasama Pemkot Semarang bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang diketuai Bima Arya yang juga Wali Kota Bogor.

Di hadapan peserta yang hadir, Wali Kota Danny berbagi pengalaman tentang bagaimana proses transformasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar, dari rumah sakit daerah yang tidak diperhitungkan kini menjadi rumah sakit daerah yang modern.

Danny menuturkan bahwa, pada saat dirinya terpilih menjadi Wali Kota periode pertama, dirinya fokus membangun bidang kesehatan.

“Suatu kehormatan bagi saya, membangun sistem kepala kesehatan Rumah Sakit Daya. Dimana rumah sakit milik Pemkot tersebut sekarang istimewa karena 97,5 persen menanggung BPJS dari 1,6 juta penduduk yang menetap di Makassar,” ujar Danny.

Danny menjelaskan, akibat konsekuensi yang tidak bisa menahan laju urbanisasi di karenakan hampir kurang lebih 100 ribu warga keluar masuk Makassar.

Menurut Danny, yang menjadi persoalan utama di kota besar adalah mereka yang tidak terbit KTP nya, karena akte kelahiran tidak terbit, akte kelahiran dari kampung asalnya tidak ada.

“Maka dari itu Pemkot Makassar dengan RSUD tetap melayani semua masyarakat tanpa BPJS. Semua Rumah Sakit di Makassar kalau ada orang tidak punya BPJS kami layani dengan ikhlas dan ada anggaran untuk itu.
Semua harus dilayani, orang yang terlantar masuk ke kota tidak boleh ditelantarkan. Siapa pun penduduk Makassar harus dilayani,” jelas Danny.

Danny mengungkapkan pada saat dirinya membangun anatomi kesehatan, dirinya membuat revolusi di RS milik Pemerintah Daerah tersebut.

“Alhasil RSUD Daya dari rumah sakit tipe C saat ini telah menjadi rumah sakit tipe A plus hanya dalam satu tahun kepemimpinan saya,” katanya.

Begitupun pada saat dilantik 26 Februari 2021 untuk memimpin kembali kota Makassar, kata Danny, pada saat itu situasi pandemi Covid-19, sehingga dirinya mencanangkan program Makassar Recover.

“Semua harus position digital. Kami membuat Lab PCR 4 Gen, juga melibatkan 15 ribu influencer remaja berusia 25 tahun untuk diterjunkan langsung memeriksa kesehatan warga. Semua alat kami lengkap. Kalau kita mau membangun Health security kuat, jangan takut untuk membeli alat yang canggih,” imbuhnya.

Dalam Rakorsus Makassar Metaverse yang digelar Pemerintah kota Makassar, yang diikuti 51 SKPD Rumah Sakit Daya telah menyiapkan konten Metaverse yakni diagnosa setelah tes lab.

“Dia akan lihat sakit kita apa, seumpamanya di paru-paru, langsung ditunjuk Avatar untuk menentukan titik diagnosanya, selanjutnya memperlihatkan 3 dimensi paru-paru tersebut. Olehnya itu, kami berkomitmen serius membangun Kota Metaverse,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.