Hindari Rawan Pangan, Pemkab Gorontalo Terapkan Strategi Alokasikan Anggaran Untuk 23 Ribu Ha Palapa

oleh
Foto : Sekretaris Daerah Kab. Gorontalo Ir Hadijah Tayeb MM, mimpin Rakor Sistim Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) tingkat Kab. Gorontalo tahun 2018.ruang madani kantor bupati jumat (31/08/2018)/Foto RDJ

Gorontalo,  Suaralidik.Com –  Untuk menghindari rawan pangan dimusim kemarau saat ini, pemerintah kabupaten gorontalo telah mencanangkan berbagai program, salah satunya mengalokasikan anggaran  khusus 23  ribu Hektar padi ladang dan kelapa (palapa).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Ir Hadijah U Tayeb MM saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Rapat Kordinasi Sistim Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) tingkat Kab. Gorontalo tahun 2018.

Rapat dilakukan di Ruang Madani Kantor Bupati, Jum’at 31/08 2018. Turut hadiri Pimpinan OPD terkait, Camat dan Kapus.sekabupaten gorontalo.

Kepada awak media usai kegiatan sekda Ir Hadijah Taeb menegaskan, pihaknya telah memaparkan berbagai solusi yang akan diperbuat oleh pemerintah daerah terkait menghindari krisis pangan.

“Untuk menghindari rawan pangan, melalui kementrian, pemerintah daerah dan dinas terkait telah mengalokasikan anggaran untuk 23.000 H tanaman padi ladang jenis palapa yang bisa ditanam dibawah pohon yang ternaungi seperti kelapa, dan ini bersifat amfibi.jenis ini hasil penelitian yang terbaru.” ungkap Sekda

Sekda juga meminta agar dinas terkait maupun masyarakat serius untuk mensuksekan prongram tersebut.

“Apabila program yang dicanangkan ini sukses, maka tidak ada laih daerah yang rawan pangan.sehingga kita perlu serius dan kerja sama untuk mensukseskan program ini.”papar Ir Hadijah Tayeb.

Pihaknya juga mengakui ada beberapa wilayah yang masuk jona hati hati rawan pangan, namun dinilai masih aman sampai akhir 2018.

“Dari 19, ada 3 kecamatan yang masuk jona aman, antara lain, kecamatan pulubala,telaga, dan kecamatan batudaa.untuk 16 kecamatan masuk yang jona hati hati, kita akan memacu PPL untuk giat menanam dengan berbagai jenis palawija, padi swah, padi ladang, sehingga insha allah dengan produksinya baik maka tidak ada lagi daerah rawan pangan.”tages Sekda kabupaten gorontalo.

Ditempat yang sama kepala dinas ketahanan pangan kabupaten gorontalo Ir Nani Mokodongan MM meyampaikan bahwa ketersedian pangan hingga saat ini aman.

“Sesuai laporan SKPD terkait yang dikordinir oleh dinas ketahanan pangan, ketersediaan pangan berada dalam ketegori cukup. Dan ini diukur dari analisis Pola Pangan Harapan (PPH) yang berada pada angka 81 s / d 82. Itu menandakan masyarakat tidak kekurangan pangan, ”ujar Nani Mokodongan.(***RDJ).