Hindari Transaksi Narkoba, Lapas Bulukumba Gunakan Uang Imitasi

oleh -
Kepala Lapas Bulukumba 2020
Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis (6/2)

Bulukumba, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba kembali melakukan Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis (6/2)

Kepala Lapas Bulukumba, Saripuddin Nakku menyebut Deklarasi Kinerja dan Pencanangan Zona Integritas  dilaksanakan dalam rangka tata nilai budaya kerja yang profesional, akuntabel dan transparan, serta inovatif dalam melaksanakan tugas dan fungsi guna mewujudkan pelayanan lembaga pemasyarakatan yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut Kepala Lapas Bulukumba, Saripuddin Nakku menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan terobosan untuk mengantisipasi terjadinya transaksi narkoba di dalam Lapas.

Pihaknya kata Saripuddin membuat uang imitasi sebagai satu-satunya alat transaksi yang digunakan untuk jual beli. Karena tidak ada uang asli yang beredar, maka sulit terjadi transaksi di dalam lapas, oleh karena uang imitasi itu hanya berlaku di koperasi Lapas.

Dijelaskannya, uang asli yang dimiliki oleh tahanan, ditukar dengan uang imitasi dalam berbagai nilai pecahan. Saat penukaran uang dilakukan registrasi, sehingga uang imitasi yang beredar tersebut diketahui siapa pemegangnya.

“Untuk langkah awal, kami membuat 120 lembar setiap pecahan. Mulai dari pecahan seribu, dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu, dua puluh ribu, lima puluh ribu, dan seratus ribu,” ungkap Saripuddin.    

HUT Kabupaten Pinrang Ke-60