Hj. Nuraidah Dorong Pembentukan KUBE Pembuatan Bossara di Dampang

oleh -19 views

BULUKUMBA – Bossara atau penutup makanan khas Bugis-Makassar, sering kita jumpai dalam acara atau pesta adat.

Umumnya, bossara memiliki bentuk yang bundar, mirip dengan topi atau songkok haji yang bagian atasnya lancip atau mengerucut.

Di Bulukumba, salahsatu lokasi tempat pembuatan penutup makanan tradisional itu, berada di Desa Dampang, Kecamatan Gantarang.

Dikelola oleh ibu-ibu desa yang belum memiliki nama kelompok usaha.

Anggota DPRD Bulukumba dari Partai Amanat Nasional (PAN), Hj Nuraidah, menyempatkan diri untuk mengunjungi langsung lokasi pembuatan Bossara tersebut, Minggu (10/2/2019).

Sebagai seorang perempuan, Hj Nuraidah menyebut kegiatan tersebut positif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya emak-emak.

Harapannya, agar para emak-emak ini dapat memanfaatkan kekosongan waktu dengan hal-hal yang positif.

“Ibu-ibu tidak lagi berkumpul dengan tujuan hanya ingin bergosip, tetapi kita berharap ibu-ibu itu berkumpul untuk melahirkan karya yang bermutu dan dapat bermanfaat bagi masyarakat, salahsatunya dengan membuat Bossara,” ujar Hj Nuaidah yang kembali maju sebagai Caleg PAN Bulukumba Dapil 2, Gantarang-Kindang.

Hj Nuraidah menambahkan, kedepannya, pembuatan Bossara di Dampang, bakal dibentuk menjadi Kelompok Usaha Bersama (Kube).

Hal tersebut sebagai bentuk dukungan untuk pelestarian budaya Bugis-Makassar.

Salahsatu emak-emak yg hadir, Rasmi, mengaku berterima kasih kepada Hj Nuraidah, karena dinilai sangat memperhatikan masyarakatnya bahkan mau terjun langsung bergabung bersama warga desa.

“Ini bukan pertama kalinya Hj Nuraidah melakukan kegiatan ini. Kegiatan lain yg juga pernah dia lakukan salah satunya mengajak kami belajar bersama mengenai tata cara memandikan jenaza dan mengadakan pengajian disetiap minggunya,” ujar Rasmi.

Sekadar diketahui, kunjungan Hj Nuraidah di lokasi pembuatan Bossara di Dampang, didampingi langsung oleh mentor pembuatan Bossara, Fatma.

Fatma merupakan perempuan asal Ganjengnge, Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale yang telah lama menggeluti seni pembuatan penutup makanan tradisional tersebut. (Iswanto/ *)