Berunjuk Rasa Di Bundaran Phinisi Bulukumba,Mereka Tuntut Kebijakan Pemerintah Yang Cekik Leher

oleh

Lidik Bulukumba – Hari senin 09 januari 2017 pukul 10:35 WITA di Bundaran Phinisi jln Jend Sudirman Kel.Loka kec.Ujung Bulu Kab Bulukumba telah digelar Aksi unjuk rasa oleh Himpunan mahasiswa Indonesia(HMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia(KNPI),Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII),Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menuntut kebijakan pemerintah.

Unjuk rasa Bulukumba
HMI,KNPI,PMII,IMM Bulukumba Berunjuk Rasa Di Bundara Phinisi : Kebijakan Pemerintah Dianggap Mencekik Rakyat

Aksi Unjuk rasa yang berlangsung damai ini diikuti sekitar 25 orang peserta,menuntut kebijakan pemerintah yang dianggap mencekik rakyat.

Pukul 10:45 WITA pengunjuk rasa meninggalkan bundaran pinisi dan melanjutkan aksinya di depan kantor DPRD Bulukumba jln Sultan Hasanuddin kel bintarore kec.ujung bulu,kab.bulukumba

Dalam Orasi yang pengunjuk rasa yang dipimpin langsung oleh Suwandi Andi sebagai Korlap disampaikan secara bergantian pengunjuk rasa menyampaikan bahwa ketimpangan demi ketimpangan sosial terus saja terjadi akibat kebijakan pemerintah yang seakan mencekik rakyat.

Awal tahun 2017,Indonesia dibanjiri oleh hadiah-hadiah luar biasa dari pemerintah untuk rakyatnya,Belum habis rakyat menelan dahaga karena melihat banyaknya tenaga kerja asing ilegal khususnya China serta turis asing China yang menyalahgunakan bebas visa untuk bekerja.

DPRD bulukumba
Pengunjuk rasa bergerak dari bundaran Phinisi ke gedung DPRD bulukumba

Lanjut dalam orasi pengnjuk rasa menyebutkan bahwa Jokowi seolah menutup mata terhadap pengangguran negara ini yg mencapai angka 7,02 juta.Tidak disitu saja,menjelang pergantian tahun 2016, masih hangat diingatan kita soal ketidakpastian hukum atas kasus penistaan agama, yang dilakukan Ahok,yang menyedot perhatian dunia,bahkan kondisi saat itu,sampai sekarang pun masih sangat dirasakan adanya ketimpangan dan terjadi ketidakstabilan politik dan pemerintahan.

Kondisi inilah tentu menimbulkan pertanyaan kepada kita semua, ada apa sebenarnya dengan pemerintah kita?,katanya pro rakyat ini justru telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sangat memberatkan rakyat.Sebut saja kado terindah buat rakyat pada tahun 2017 soal kenaikan tarif listrik pada pelanggan dengan daya 900 VA (biasa digunakan rakyat kecil) dari Rp 605/KWH akan menjadi Rp 1467,28/KWH. Jelas Orasi.

Melalui 3 tahap yang di mulai 1 januari 2017, yakni

1 Januari 2017 menjadi Rp.791kWh, Kenaikan
berikutnya adalah 1 Maret 2017 menjadi Rp1.034/kWh, dan 1 mei 2017 menjadi Rp1.352/kWh.

Terakhir,pada 1 Juli 2017 menjadi Rp146728/kWh. Kenaikan tarif sebesar 242,5% akan membuat rakyat kecil semakin menjerit.

Hal lainnya adalah soal kenaikan BBM yang jelas akan semakin mencekik rakyat kecil,
karena dengan kenaikan BBM jelas akan memengaruhi harga bahan pokok.

Dari data-data yang disebutkan dalam orasi,pengunjuk rasa langsung meyatakan sikap.

  1. Menolak dengan tegas serta medesak pemerintah mencabut PP nomor 60 tahun 2016 yang berdasar daftar kenaikan biaya kendaraan bermotor hingga 3x lipat yang dinilai menyengsarakan rakyat Indonesia.
  2. Mendesak pemerintah untuk melakukan trasparansi terhadap penjualan migas
  3. Stabilkan nilai tukar rupiah tanpa harus menaikan harga BBM.
  4. Meminta pemerintah untuk menstabilkan kembali harga bahan pokok, copot menteri ESDM
  5. Menolak dengan tegas kenaikan biaya tarif listrik yang mencapai 200 persen karena akan menyengsarakan rakyat.
  6. Tertibkan pekerja asing ilegal
  7. Tegakkan supermasi hukum

Jelas Pengunjuk rasa yang disampaikan secara detail dan tegas didepan gedung kantor DRPD Bulukumba.

( Rgl/bcht/indah)